JAWA TENGAH — Konsolidasi ini menempatkan Garuda Indonesia sebagai perusahaan induk yang menaungi maskapai BUMN lainnya. Pelita, yang selama ini bergerak di sektor penerbangan komersial dan non-komersial, akan bergabung menjadi bagian dari Garuda Group.
“Garuda Indonesia nanti akan menjadi holding maskapai kita. Pelita akan menjadi bagian dari Garuda Indonesia,” ujar Dony Oskaria.
Menurut Dony, penggabungan ini bukan sekadar perubahan struktur korporasi. Tujuan utamanya adalah membangun kekuatan maskapai nasional yang lebih efisien dan mampu bersaing di pasar regional. Dengan bergabungnya Pelita, Garuda Group diharapkan memiliki skala usaha yang lebih besar dan jaringan yang lebih luas.
Dony menekankan bahwa industri penerbangan membutuhkan pengelolaan yang sangat teliti. Keputusan operasional harus diambil cepat karena setiap penerbangan langsung bisa dihitung untung ruginya.
“Industri yang membutuhkan ketelitian, yang harus dikelola day by day, minute by minute, adalah industri penerbangan. Begitu pesawat terbang, kita sudah bisa mengukur untung atau ruginya satu penerbangan,” jelasnya.
Karena itu, analisis terhadap setiap rute dan konektivitas menjadi krusial. BP BUMN dan Danantara mendorong Garuda Group untuk memperbaiki layanan dari hulu ke hilir: mulai dari sistem penjualan tiket, kualitas lounge, pengalaman di kabin, standar awak pesawat, katering, hingga program loyalitas pelanggan dan pengembangan SDM.
Di sisi lain, Danantara tengah mengkaji pembentukan perusahaan leasing pesawat secara mandiri. Langkah ini berkaitan dengan komitmen pengadaan 50 unit armada Boeing yang akan dioperasikan Garuda Indonesia.
“Kami sedang mengkaji juga kemungkinan Danantara untuk membuka perusahaan leasing sendiri,” ujar Dony usai Raker dengan Komisi VI DPR, Selasa (9/6/2026).
Dony menambahkan, realisasi pembelian puluhan pesawat itu membutuhkan pertimbangan komprehensif. Pihaknya harus menghitung jadwal kedatangan pesawat, merancang model bisnis komersial, hingga detail skema penyewaan.
“Tentu banyak pertimbangan, ya. Tetapi tentu komitmennya harus kami jalankan,” tegasnya.
Dengan konsolidasi holding dan rencana pendirian perusahaan leasing, pemerintah ingin memastikan maskapai pelat merah tidak hanya bertahan, tapi juga menjadi pemain utama di kawasan. Garuda Group ditargetkan menjadi maskapai pilihan utama masyarakat Indonesia.