JAWA TENGAH — Fitur voice mode milik Claude dari Anthropic akhirnya mendapat peningkatan signifikan. Jika sebelumnya suara pengguna hanya diproses melalui Haiku — model terkecil yang dirancang untuk kecepatan — kini Claude bisa otomatis beralih ke model Sonnet atau Opus yang lebih mumpuni. Perubahan ini menjawab keluhan pengguna yang merasa voice mode Claude kurang handal untuk menangani pertanyaan rumit.
Bagi pengguna berbayar, voice mode akan mengikuti model terakhir yang digunakan dalam sesi chat teks. Namun, pengguna juga bisa mengganti model kapan saja melalui menu pemilih model (model picker) tanpa harus memulai percakapan dari awal. "Voice mode menggunakan versi tercepat dari model yang Anda pilih, sehingga percakapan tetap berjalan lancar," jelas Anthropic dalam pernyataan resminya.
Pengguna akun gratis tetap terbatas pada model Haiku dengan satu koneksi suara per sesi. Namun, dukungan bahasa yang diperluas — termasuk Bahasa Indonesia — tetap bisa dinikmati oleh semua pengguna.
Anthropic menegaskan voice mode Claude menggunakan arsitektur turn-based. Artinya, Claude akan mendengarkan, berhenti sejenak untuk berpikir, lalu merespons. Sistem ini berbeda dengan GPT-4o milik OpenAI yang bisa memproses ucapan dan menghasilkan output secara simultan (full duplex). Akibatnya, interaksi dengan Claude terasa kurang natural dibanding ChatGPT dalam percakapan real-time.
Selain itu, voice mode Claude belum bisa mendeteksi secara otomatis jika pengguna berganti bahasa di tengah percakapan. Pengguna harus memberi tahu secara verbal atau memilih bahasa baru dari menu pengaturan suara.
Salah satu fitur baru yang menarik adalah kemampuan voice mode untuk mengambil konteks dari aplikasi yang terhubung, seperti Gmail dan Slack. Tentu saja, pengguna harus memberikan izin akses terlebih dahulu. Ini membuka kemungkinan penggunaan yang lebih praktis, misalnya meminta Claude merangkum email atau mengecek pesan Slack hanya dengan perintah suara.
Anthropic menyebut rilis ini "berfokus pada kecerdasan dan akses alat". Perusahaan juga berjanji akan terus mengembangkan fitur suara dan membagikan informasi lebih lanjut pada tahun ini.
Pembaruan voice mode kini tersedia dalam versi beta untuk semua pengguna Claude di aplikasi desktop, mobile, dan web. Dukungan Bahasa Indonesia menjadi kabar baik bagi pengguna lokal yang ingin mencoba fitur ini tanpa kendala bahasa.
Meski demikian, perlu dicatat bahwa voice mode Claude belum mendukung percakapan dua arah yang simultan seperti kompetitornya. Jika prioritas Anda adalah interaksi suara yang paling alami dan cepat, ChatGPT mungkin masih unggul. Namun, jika Anda sudah terintegrasi dengan ekosistem Anthropic dan membutuhkan asisten yang bisa mengakses data dari Gmail atau Slack, update ini layak dicoba.