JAWA TENGAH — Puding roti kukus bukan sekadar hidangan penutup klasik. Di tengah tekanan global untuk mengurangi limbah makanan, praktik mengolah roti basi menjadi puding kembali relevan sebagai strategi keberlanjutan. Data menunjukkan roti menjadi salah satu komoditas yang paling banyak terbuang di Eropa dan Inggris, di mana 32% roti yang dibuang masih layak konsumsi.
Memanfaatkan roti sisa memberikan keuntungan ganda. Ali Ozseven dalam artikelnya di Medium menjelaskan bahwa roti basi menyimpan potensi rasa laten yang bisa dioptimalkan melalui proses "Maillard recycling" dan "caramel pathways". Praktik ini tidak hanya mengurangi kontribusi limbah ke tempat pembuangan akhir dan emisi metana, tetapi juga memangkas biaya operasional rumah tangga, restoran, dan toko roti.
Michelle Fagone, koki makanan Paleo dan penulis buku resep, menyebut puding roti sebagai "pahlawan limbah makanan" karena kemampuannya memanfaatkan roti basi. "Mengurangi limbah roti adalah cara sederhana namun ampuh untuk membantu melindungi lingkungan dan menggunakan sumber daya kita dengan lebih bijak," demikian pernyataan dari Food Unfolded.
Bertolak belakang dengan anggapan umum, roti yang sudah agak kering justru lebih sempurna untuk dijadikan puding. Lucy Yanckello, Ph.D., menjelaskan bahwa roti basi yang lebih kering akan menyerap campuran telur dan susu dengan lebih mudah tanpa menjadi terlalu lembek. Hasilnya, tekstur puding menjadi lebih baik dan konsisten.
Chef Roland Torok-Ducharme dari 1 Kitchen Toronto, restoran yang berfokus pada keberlanjutan, menggunakan puding roti sebagai bagian dari etos "zero waste". Hidangan ini bisa disesuaikan dengan beragam bumbu, buah-buahan, bahkan dibuat gurih dengan tambahan keju, daging asap, atau sayuran sisa. "Keindahan puding roti adalah Anda benar-benar dapat mengubah beberapa bahan selama Anda memiliki roti basi, telur, dan beberapa cairan lain," ungkap Rust Nutrition Services.
Membuat puding roti kukus relatif mudah. Bahan dasar yang diperlukan meliputi 3-6 lembar roti tawar sisa yang dipotong kubus, 2-3 butir telur, 1-1½ cangkir susu, ¼-½ cangkir gula, serta ekstrak vanila dan bubuk kayu manis atau pala sesuai selera. Kismis, buah kering, atau kacang-kacangan bisa ditambahkan sebagai pelengkap.
Prosesnya dimulai dengan mencampur potongan roti dengan adonan custard, lalu dibiarkan meresap setidaknya 30 menit agar puding tidak kering. Setelah itu, adonan dituang ke loyang tahan panas yang sudah diolesi mentega, lalu dikukus selama 35-50 menit hingga matang sempurna. Puding roti kukus ini bisa dinikmati hangat atau dingin, serta dapat disimpan di lemari es untuk dihangatkan kembali.
"Puding roti adalah cara mudah dan lezat untuk menggunakan roti basi sisa Anda," kata Lathi's Kitchen. Fleksibilitas hidangan ini memungkinkan penggunaan hampir semua jenis roti basi, termasuk roti gandum, brioche, croissant, atau bahkan roti burger dan hot dog.