Harga Emas Antam Naik Rp 15.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000 — Investor Kembali ke Logam Mulia

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 02 Juli 2026 | 12:53:01 WIB
Harga emas Antam naik Rp 15.000 per gram seiring penguatan pasar emas global.

JAWA TENGAH — Kenaikan harga emas Antam hari ini sejalan dengan pergerakan emas global. Mengutip data CNBC, harga emas di pasar spot melesat 2,1% ke US$ 4.089,49 per ounce pada Rabu (1/7/2026). Penguatan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat jatuh ke level terendah sejak November 2025.

Pedagang logam independen, Tai Wong, mengatakan reli emas dipicu oleh data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih rendah dari perkiraan. "Data lapangan kerja yang lebih rendah dari perkiraan menjadi pemicu awal," ujarnya.

Pernyataan The Fed Dongkrak Daya Tarik Logam Mulia

Sentimen positif lainnya datang dari Ketua Federal Reserve (The Fed), Kevin Warsh. Dalam pernyataannya, Warsh menilai risiko inflasi mulai mereda dalam beberapa pekan terakhir. Komentar ini langsung mendorong penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, membuat emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih menarik.

"Komentar Ketua The Fed bahwa inflasi mulai menurun membuat imbal hasil obligasi turun dan mendorong pasar emas yang sebelumnya lesu kembali bergairah," tambah Wong. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi membentuk dasar penguatan jangka pendek, kecuali laporan non-farm payrolls (NFP) yang dirilis hari ini menunjukkan hasil jauh lebih kuat dari ekspektasi.

Daftar Harga Emas Antam untuk Semua Pecahan

Berdasarkan situs resmi Logam Mulia, berikut harga emas Antam untuk berbagai pecahan pada Kamis (2/7/2026):

  • 0,5 gram: Rp 1.370.500
  • 1 gram: Rp 2.640.000
  • 2 gram: Rp 5.220.000
  • 3 gram: Rp 7.805.000
  • 5 gram: Rp 12.975.000
  • 10 gram: Rp 25.895.000
  • 25 gram: Rp 64.612.000
  • 50 gram: Rp 129.145.000
  • 100 gram: Rp 258.212.000
  • 250 gram: Rp 645.265.000
  • 500 gram: Rp 1.290.320.000
  • 1.000 gram: Rp 2.580.600.000

Sebagai catatan, harga buyback atau harga yang diterima saat menjual emas kembali ke Antam kini mencapai Rp 2.345.000 per gram. Angka ini masih jauh dari rekor tertinggi harga emas Antam yang sempat menyentuh Rp 3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026 lalu, dengan buyback saat itu di level Rp 2.989.000 per gram.

Pelaku pasar kini mencermati rilis data ketenagakerjaan AS dan keputusan suku bunga The Fed berikutnya. Berdasarkan alat pemantau CME FedWatch, pasar memperkirakan peluang sekitar 67% bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga pada September mendatang — faktor yang bisa kembali menekan harga emas dalam jangka menengah.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top