JAWA TENGAH — Peristiwa pencurian yang terekam dan tersebar luas di jagat maya itu terjadi di kawasan ramai Ciputat, yang dikenal padat dengan aktivitas warung kopi dan tempat nongkrong. Dalam video berdurasi pendek yang beredar, tampak seorang pelaku dengan cepat memecahkan kaca jendela belakang mobil korban sebelum mengambil barang berharga di dalam kabin. Aksi yang hanya berlangsung hitungan detik itu sontak memicu kekhawatiran di kalangan pengunjung kedai kopi dan warganet.
Kapolsek Ciputat, Kompol Agung Nugroho, membenarkan adanya laporan terkait video viral tersebut. Pihaknya langsung bergerak dengan melakukan pengecekan di lapangan dan mengidentifikasi lokasi persis kejadian. "Kami masih melakukan penyelidikan dan berusaha menghubungi korban untuk membuat laporan resmi," ujarnya singkat saat dikonfirmasi, Senin (20/5).
Hingga saat ini, polisi belum menerima laporan polisi (LP) secara langsung dari korban. Tanpa adanya laporan resmi, proses identifikasi pelaku dan pengembangan kasus menjadi terhambat. Pihak kepolisian mengimbau korban atau masyarakat yang mengetahui informasi lebih detail untuk segera mendatangi kantor polisi terdekat.
Modus pecah kaca mobil di area parkir umum, khususnya di tempat-tempat yang minim pengawasan, bukanlah modus baru. Pelaku biasanya mengincar kendaraan yang diparkir di sudut gelap atau area yang tidak terjangkau kamera pengawas (CCTV). Barang yang kerap menjadi sasaran antara lain tas, laptop, ponsel, dan dokumen penting yang diletakkan begitu saja di jok mobil.
Kawasan Ciputat, dengan banyaknya kedai kopi dan pusat kuliner yang beroperasi hingga larut malam, dinilai rawan aksi kejahatan jalanan. Minimnya kesadaran pengunjung untuk tidak meninggalkan barang berharga di dalam mobil kerap menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku. Polisi mengimbau pengendara untuk selalu waspada dan memastikan kendaraan dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan.
Pelaku pencurian dengan pemberatan, sebagaimana diatur dalam Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun. Ancaman pidana ini bertambah berat jika pelaku terbukti melakukan aksinya secara terorganisir atau pada saat terjadi bencana alam. Polisi masih mendalami rekaman video yang beredar untuk mengidentifikasi ciri-ciri fisik pelaku dan nomor polisi kendaraan yang digunakan.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih proaktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Pelaporan cepat dan kerja sama dengan aparat menjadi kunci utama dalam memutus rantai kejahatan jalanan di wilayah perkotaan seperti Ciputat.