JAWA TENGAH — Kai Havertz memborong dua gol. Lima gol lainnya dicetak oleh Felix Nmecha, Nico Schlotterbeck, Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav. Distribusi gol yang merata ini menjadi sinyal kebangkitan Jerman setelah dua edisi Piala Dunia sebelumnya mereka gagal total.
Sempat diimbangi 1-1, Jerman tak butuh waktu lama untuk kembali unggul. Dominasi penguasaan bola dan agresivitas serangan membuat Curacao tak berdaya di babak kedua.
Kemenangan ini menjadi jawaban atas kritik yang menderungung Jerman usai tampil buruk di Piala Dunia 2018 dan 2022. Saat itu, mereka selalu terhenti di fase grup.
Dengan koleksi tiga poin dan selisih gol +6, Jerman untuk sementara memuncaki klasemen Grup E. Curacao harus puas di posisi juru kunci.
Satu laga lain di grup ini, Pantai Gading vs Ekuador, baru akan dimainkan pukul 09.00 WIB nanti. Beban berat ada di pundak kedua tim: mereka harus menang dengan selisih gol besar jika ingin menggeser Jerman dari puncak klasemen.
Jerman adalah juara dunia empat kali, hanya kalah dari Brasil (5 gelar). Namun, setelah menjuarai Piala Dunia 2014, performa mereka merosot drastis.
“Kami datang ke sini untuk membuktikan diri. Ini baru langkah pertama,” demikian pernyataan semangat dari kubu Jerman seusai laga. Mereka sadar persaingan masih panjang, dengan Ekuador dan Pantai Gading sebagai lawan berikutnya.
Kemenangan besar ini jelas menaikkan moral pasukan Julian Nagelsmann. Namun, tantangan sesungguhnya baru akan dimulai saat mereka berhadapan dengan Ekuador di matchday kedua.
Curacao, di sisi lain, harus segera bangkit jika ingin menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. Laga kontra Pantai Gading akan menjadi ujian berat bagi tim asal Karibia tersebut.