Dinkes Boyolali Bongkar Mitos MPASI Mahal dan Ribet, Bagikan Aturan Feeding Rules untuk Atasi GTM pada Balita

Penulis: Oki Setiawan  •  Jumat, 05 Juni 2026 | 17:26:31 WIB
Dinkes Boyolali edukasi ibu tentang MPASI bergizi dari bahan lokal yang terjangkau.

BOYOLALI — Selama ini, kekhawatiran tentang biaya tinggi dan kerumitan dalam menyiapkan MPASI kerap membuat para ibu ragu. Dinkes Boyolali memastikan persepsi itu tidak sepenuhnya benar. Kuncinya terletak pada pemahaman aturan dasar pemberian makan yang tepat, bukan pada mahal atau tidaknya bahan pangan.

Mengapa Ibu Khawatir dengan Biaya MPASI?

Anggapan bahwa MPASI harus menggunakan bahan impor atau organik yang mahal masih melekat di sebagian masyarakat. Dinkes Boyolali menepis hal ini dengan menekankan bahwa gizi seimbang bisa didapat dari bahan lokal yang murah dan mudah diakses, seperti telur, tahu, tempe, sayur mayur, dan ikan segar dari pasar tradisional.

“Yang terpenting adalah variasi dan kombinasi bahan pangan, bukan harganya. Ibu tidak perlu stres memikirkan menu yang rumit,” jelas pihak Dinkes dalam keterangannya baru-baru ini.

Feeding Rules: Jadwal, Porsi, dan Suasana Makan

Untuk mengatasi GTM, Dinkes memperkenalkan konsep feeding rules yang terdiri dari tiga pilar utama. Pertama, jadwal makan yang konsisten. Balita perlu diberikan makan dan camilan pada jam yang sama setiap hari untuk membentuk ritme biologisnya.

Kedua, durasi makan dibatasi maksimal 30 menit. Jika lewat dari waktu itu, makanan sebaiknya diangkat. Ketiga, suasana makan harus menyenangkan tanpa paksaan atau distraksi seperti televisi atau gawai.

Apa yang Terjadi Jika Aturan Ini Diterapkan?

Penerapan feeding rules secara disiplin diharapkan mampu mengubah perilaku makan balita secara perlahan. Anak tidak lagi menolak makan karena ia belajar bahwa ada batasan waktu dan konsekuensi. Orang tua pun tidak perlu repot membuat ulang menu khusus setiap kali anak GTM.

“Kuncinya konsisten. Jika anak tidak mau makan dalam 30 menit, ya berhenti. Tunggu jadwal camilan atau makan berikutnya. Jangan diberi susu atau kudapan di luar jadwal,” tambahnya.

MPASI Lokal: Murah, Mudah, Bergizi

Dinkes Boyolali mendorong para ibu untuk memanfaatkan bahan pangan lokal yang kaya gizi. Misalnya, protein hewani dari telur dan ikan, karbohidrat dari nasi atau kentang, serta lemak dari santan atau minyak kelapa. Semua bisa diolah dalam waktu singkat tanpa blender mahal.

Dengan pendekatan ini, Dinkes berharap angka stunting di Boyolali bisa ditekan lebih lanjut. Pasalnya, GTM yang berkepanjangan sering menjadi pemicu asupan gizi buruk pada balita.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top