JAKARTA — Dadan Hindayana angkat bicara untuk pertama kalinya setelah dirinya tidak lagi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pria yang akrab disapa Dadan ini menyebut bahwa keputusan pergantian pucuk pimpinan di lembaga tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan Presiden Prabowo Subianto.
"Saya tidak ada masalah. Itu hak prerogatif Presiden," ujar Dadan dalam pernyataan yang diterima media, Senin (10/2/2025). Ia menegaskan tidak ada konflik atau persoalan internal yang melatarbelakangi pencopotannya.
Dalam kesempatan yang sama, Dadan menyampaikan pesan khusus kepada Presiden Prabowo. Ia berharap program-program BGN ke depan tetap berjalan optimal di bawah kepemimpinan yang baru.
"Saya siap mendukung dari luar. Yang terpenting, program gizi nasional untuk masyarakat terus berjalan," kata Dadan.
Posisi Kepala BGN kini resmi diisi oleh Nanik S Deyang. Ia dipercaya melanjutkan tugas dan tanggung jawab yang sebelumnya diemban Dadan Hindayana. Nanik bukanlah nama baru di lingkungan birokrasi nasional, dan pengangkatannya disambut dengan harapan agar program strategis BGN tidak mengalami stagnasi.
Pergantian ini terjadi di tengah upaya pemerintah mempercepat realisasi program gizi nasional yang menyasar ibu hamil, balita, dan anak sekolah di berbagai daerah.
Hingga saat ini, Dadan belum mengungkapkan rencana atau posisi barunya setelah meninggalkan BGN. Ia hanya menyatakan akan tetap fokus pada pengabdian di bidang yang ia geluti selama ini. Sementara itu, publik menanti gebrakan awal Nanik S Deyang sebagai kepala BGN yang baru.