Nyeri Ulu Hati Dikeluhkan Saat Beli Obat, Pria 57 Tahun di Nusukan Solo Tumbang dan Tewas di Selokan Depan Apotek

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 13:51:54 WIB
Pria 57 tahun di Nusukan Solo meninggal dunia setelah mengeluhkan nyeri ulu hati di depan apotek.

SOLO — Peristiwa tragis terjadi di kawasan Nusukan, Kota Solo, saat seorang pria paruh baya menghembuskan napas terakhir di dalam selokan setelah mengeluhkan sakit pada bagian ulu hati. Korban, Ragis (57), warga setempat, ditemukan dalam posisi tertelungkup di saluran air depan sebuah apotek, Senin (16/12) siang.

Kronologi kejadian bermula ketika Ragis mendatangi apotek tersebut dengan keluhan nyeri pada perut bagian atas atau ulu hati. Ia bermaksud membeli obat untuk meredakan rasa sakit yang dideritanya. Namun, sebelum sempat dilayani, kondisi Ragis mendadak drop.

Saat Hendak Membeli Obat, Korban Tiba-Tiba Ambruk

Menurut keterangan petugas apotek, Ragis datang seorang diri dan tampak meringis kesakitan. Saat sedang menjelaskan keluhannya, ia tiba-tiba limbung dan jatuh ke area luar apotek. Saksi mata melihat korban sempat terhuyung sebelum akhirnya terperosok ke dalam selokan yang berada persis di depan toko.

Warga yang melihat kejadian itu segera berusaha menolong dan melaporkan temuan tersebut ke aparat setempat. Tim medis yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan, namun nyawa Ragis sudah tidak tertolong.

Polisi Pastikan Tidak Ada Tanda Kekerasan

Petugas dari Polsek setempat yang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung melakukan olah TKP dan memeriksa tubuh korban. Hasil pemeriksaan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau bekas penganiayaan pada tubuh Ragis.

"Kami pastikan tidak ada tanda kekerasan pada korban. Diduga korban meninggal karena sakit yang dideritanya," ujar salah satu petugas kepolisian yang enggan disebutkan namanya. Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi Solo untuk menjalani autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian.

Keluarga Ikhlas dan Terima Jenazah

Pihak keluarga yang datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar duka menyatakan ikhlas atas kejadian yang menimpa Ragis. Mereka menolak untuk dilakukan autopsi lebih lanjut dan memilih untuk segera memakamkan jenazah.

"Keluarga sudah ikhlas dan tidak mempermasalahkan. Jenazah langsung dibawa pulang untuk dimakamkan di pemakaman umum dekat rumah," ungkap seorang kerabat korban di lokasi. Peristiwa ini menjadi duka mendalam bagi warga Nusukan, yang mengaku mengenal Ragis sebagai pribadi yang pendiam dan jarang mengeluh soal kesehatan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top