BOYOLALI — Peristiwa kematian tragis mengguncang warga Ngemplak, Boyolali, pekan ini. Seorang ibu rumah tangga ditemukan meninggal dunia di kediamannya dengan sejumlah tanda mengarah pada keracunan akut. Temuan awal di lokasi menunjukkan kondisi yang mencurigakan dan langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sisa muntahan makanan yang masih menempel pada pakaian korban. Selain itu, mulut korban mengeluarkan busa dan terdapat perubahan warna membiru yang signifikan pada area mulut dan telinga. Ciri-ciri ini lazim dikaitkan dengan kasus keracunan zat berbahaya yang masuk ke dalam tubuh.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan bahwa korban baru saja menerima kiriman menu sate ayam sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Belum diketahui secara pasti siapa pengirim makanan tersebut dan apakah ada orang lain yang turut mengonsumsi hidangan yang sama. Polisi dikabarkan masih mendalami alur pengiriman dan memeriksa sejumlah saksi di lingkungan sekitar rumah korban.
Kapolsek setempat membenarkan adanya peristiwa kematian tak wajar ini. Jasad korban telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian. "Kami masih menunggu hasil visum. Sampel sisa makanan dan muntahan juga sudah dibawa ke laboratorium forensik," ujar seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Pihak kepolisian juga tengah menelusuri riwayat pemesanan dan pengiriman makanan melalui aplikasi atau pesan singkat.
Kabar kematian ini sontak membuat geger warga Ngemplak. Sejumlah tetangga mengaku baru mengetahui kejadian tersebut saat petugas datang dan memasang garis polisi. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga terkait dugaan adanya masalah pribadi atau perselisihan. Kasus ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap makanan atau kiriman dari pihak tak dikenal.
Polres Boyolali dikabarkan masih memburu identitas pengirim sate ayam yang diduga menjadi penyebab kematian korban. Jika hasil autopsi menunjukkan adanya racun sianida atau zat berbahaya lainnya, kasus ini bisa naik ke tahap penyidikan dengan pasal pembunuhan berencana. Masyarakat diimbau untuk segera melapor jika menemukan kejanggalan serupa di lingkungan masing-masing.