SEMARANG — Langkah cepat diambil Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyusul banyaknya laporan warga soal jalan rusak di kawasan barat kota. Ia memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera turun ke lapangan dan melakukan perbaikan, terutama di ruas jalan yang menghubungkan Semarang Barat hingga Ngaliyan.
Kerusakan jalan di wilayah tersebut dinilai bukan karena faktor usia aspal semata. Pemicu utamanya adalah kendaraan berat dengan muatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) yang kerap melintas. Tonase kendaraan yang tidak sesuai kelas jalan menyebabkan aspal bergelombang dan lubang di sejumlah titik.
Kondisi ini sudah berlangsung berbulan-bulan dan dikeluhkan oleh pengendara roda dua maupun pengguna angkutan umum. Beberapa titik bahkan menjadi langganan genangan saat hujan karena permukaan jalan yang ambles.
Kepala DPU Kota Semarang menyebutkan bahwa perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Fokus awal adalah ruas jalan yang paling vital bagi mobilitas warga, termasuk jalur menuju permukiman padat penduduk dan kawasan industri kecil.
“Kami sudah menerima instruksi langsung dari Ibu Wali Kota. Tim teknis sudah kami terjunkan untuk asesmen dan perbaikan darurat,” ujar Kepala DPU Kota Semarang dalam keterangan resmi, Senin lalu.
Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan untuk memperketat pengawasan kendaraan ODOL. Langkah ini diambil agar kerusakan serupa tidak terulang di masa mendatang.
Warga di sekitar Semarang Barat menyambut baik instruksi tersebut. Selama ini mereka mengaku kesulitan melintas karena jalan berlubang dan tidak rata, terutama saat malam hari. Beberapa pengendara motor bahkan pernah terjatuh akibat menghindari lubang secara mendadak.
DPU menargetkan perbaikan darurat rampung dalam dua pekan ke depan. Namun, perbaikan permanen dengan hotmix akan menunggu proses pengadaan anggaran dan penjadwalan ulang proyek di triwulan berikutnya.