BOYOLALI — Video yang memperlihatkan sosok pocong dibonceng sepeda motor di Desa Manggis, Mojosongo, Boyolali, viral di media sosial dan sempat meresahkan warga. Polsek Mojosongo memastikan konten tersebut hanyalah buatan sekelompok remaja untuk keperluan media sosial. Polisi telah memberikan pembinaan kepada para remaja tersebut.
Video berdurasi pendek itu merekam sesosok pocong duduk di boncengan motor yang melintas di jalan desa. Rekaman itu menyebar cepat di grup WhatsApp dan platform media sosial lainnya, memicu spekulasi di kalangan warga.
Kapolsek Mojosongo, AKP Agus Supriyanto, menyatakan bahwa pihaknya segera melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari warga yang resah. “Kami langsung turun ke lapangan untuk mengecek kebenaran informasi tersebut,” ujarnya.
Tim dari Polsek Mojosongo bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi di sekitar lokasi. Hasil penelusuran mengarah pada sekelompok remaja di Desa Manggis yang mengaku membuat video tersebut.
Para remaja itu ternyata sengaja membuat konten pocong untuk akun media sosial mereka. Mereka tidak menyangka rekaman itu akan menyebar luas hingga membuat gempar warga.
Polisi kemudian memanggil para remaja beserta orang tua mereka untuk diberikan pembinaan. Petugas menegaskan bahwa meskipun bertujuan hiburan, konten semacam itu bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Kami tidak melakukan penindakan hukum karena tidak ada unsur pidana. Namun, kami beri pengertian agar kejadian serupa tidak terulang,” kata AKP Agus. Para remaja pun menyadari kesalahan mereka dan berjanji tidak mengulangi perbuatan tersebut.
Polsek Mojosongo akan meningkatkan patroli dan sosialisasi kepada pemuda desa terkait literasi digital. Masyarakat diimbau lebih bijak dalam membuat dan menyebarkan konten di media sosial.
Kapolsek juga mengingatkan warga agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya. “Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan ke pihak berwajib, jangan langsung menyebarkan,” pungkasnya.