SUKOHARJO — Tak sekadar prosesi pemotongan hewan, momen Idul Adha di Masjid Sudarto Milatoen, Sukoharjo, tahun ini dikemas dengan suguhan edukatif. Takmir masjid sengaja menghadirkan seorang pendongeng berkarakter superhero untuk membalut kegiatan kurban dengan cerita keteladanan.
Kurniawan Agung Nugroho, salah satu pengurus takmir masjid, mengungkapkan bahwa inovasi ini lahir dari keinginan agar anak-anak tidak hanya melihat proses penyembelihan dari kejauhan. Mereka diajak lebih dekat dengan nilai-nilai ibadah kurban melalui medium yang akrab di dunia mereka.
"Kehadiran sosok superhero yang mendongeng kisah Nabi Ibrahim jadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak saat sembelih kurban," kata Kurniawan Agung Nugroho di sela kegiatan, Senin (16/6/2025).
Alih-alih merasa takut atau bosan melihat proses penyembelihan, anak-anak justru antusias mengikuti alur cerita yang dibawakan. Karakter superhero yang identik dengan keberanian dan kebaikan menjadi jembatan untuk menjelaskan makna pengorbanan Nabi Ibrahim dan Ismail secara visual.
Para orang tua yang hadir pun tampak mendukung pendekatan ini. Mereka menilai metode dakwah semacam ini lebih efektif menjangkau generasi muda yang akrab dengan budaya populer.
Kegiatan penyembelihan hewan kurban di Masjid Sudarto Milatoen berlangsung tertib dan khidmat. Hewan kurban yang disembelih berasal dari jamaah dan masyarakat sekitar yang menitipkan hewannya untuk disalurkan.
Takmir berharap inovasi serupa bisa terus dikembangkan pada momen Idul Adha di tahun-tahun mendatang. "Kami ingin anak-anak tumbuh dengan pemahaman bahwa berkurban itu mulia dan menyenangkan, bukan sekadar tradisi," ujar Kurniawan.
Di tengah gempuran gawai dan hiburan digital, pendekatan kreatif seperti ini dianggap relevan untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak dini. Masjid tak lagi hanya menjadi tempat ritual, melainkan ruang belajar yang hidup bagi semua kalangan.