Pencari Ikan di Semarang Tewas Mengambang di Perairan Terboyo Kulon, Perahu Rakitan Drum Plastik Jadi Petaka

Penulis: Oki Setiawan  •  Rabu, 27 Mei 2026 | 13:17:25 WIB
Mayat pencari ikan ditemukan mengambang di perairan Terboyo Kulon, Semarang.

SEMARANG — Warga Kelurahan Terboyo Kulon, Semarang, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pencari ikan yang mengambang di perairan setempat. Korban diketahui sedang mencari ikan menggunakan perahu rakitan dari drum plastik sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Perahu Drum Plastik: Modifikasi Berisiko Tinggi

Perahu rakitan berbahan drum plastik memang kerap digunakan nelayan kecil di pesisir Semarang karena murah dan mudah dibuat. Namun, alat ini memiliki risiko tinggi, terutama saat cuaca tidak bersahabat atau ombak datang tiba-tiba.

Korban diduga kehilangan keseimbangan saat perahu oleng. Tanpa alat keselamatan seperti pelampung, tubuhnya langsung tenggelam dan baru ditemukan beberapa jam kemudian oleh warga yang melintas.

Kronologi Penemuan: Warga Curiga Ada Benda Mengambang

Penemuan bermula saat seorang nelayan lain melihat benda mencurigakan mengambang di permukaan air. Setelah didekati, benda tersebut ternyata adalah sesosok mayat yang sudah dalam keadaan kaku.

Warga segera melapor ke perangkat kelurahan dan kepolisian setempat. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah ke rumah sakit untuk proses identifikasi dan autopsi.

Peringatan bagi Nelayan Tradisional: Jangan Abaikan Keselamatan

Peristiwa ini menjadi alarm bagi komunitas nelayan di Semarang, khususnya mereka yang masih menggunakan perahu rakitan. Pihak kelurahan mengimbau agar setiap warga yang melaut selalu membawa pelampung dan tidak memaksakan diri saat kondisi laut tidak bersahabat.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban masih menjalani proses pemakaman. Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyelidikan lebih lanjut terkait insiden tersebut.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Kejadian Ini?

Kecelakaan di perairan akibat perahu rakitan bukan pertama kali terjadi di Jawa Tengah. Minimnya standar keselamatan dan kebiasaan melaut sendirian menjadi faktor utama yang meningkatkan risiko kematian. Warga diharapkan lebih waspada dan tidak meremehkan bahaya di laut.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top