SUKOHARJO — Warga umum di Sukoharjo yang ingin mendaftarkan anaknya ke Sekolah Rakyat (SR) kini bisa menghubungi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah masing-masing. Kepala Dinsos Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, menegaskan bahwa prioritas utama program ini tetap pada keluarga desil 1 dan 2.
Masyarakat yang berminat tidak perlu datang ke kantor dinas. Cukup menghubungi pendamping PKH yang tersebar di setiap desa dan kelurahan. Para pendamping ini yang akan memverifikasi data calon siswa berdasarkan DTSEN.
Yunia menjelaskan bahwa mekanisme ini dipilih agar proses pendataan lebih akurat dan tepat sasaran. "Pendamping PKH sudah mengenal kondisi warga di lapangan," ujarnya.
Meski dibuka untuk umum, Pemkab Sukoharjo memastikan kuota utama Sekolah Rakyat dialokasikan untuk keluarga dari desil 1 dan 2. Desil 1 adalah kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah secara nasional, sementara desil 2 berada satu tingkat di atasnya.
Kebijakan ini diambil agar bantuan pendidikan benar-benar menjangkau mereka yang paling membutuhkan. Warga dari desil di atasnya tetap bisa mendaftar, namun akan diproses setelah kuota prioritas terpenuhi.
Sekolah Rakyat merupakan program afirmasi pendidikan yang digagas pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Target utamanya adalah anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan rentan miskin yang selama ini sulit mengakses pendidikan berkualitas.
Di Sukoharjo, program ini diintegrasikan dengan data PKH dan DTSEN untuk memastikan akurasi sasaran. Dinsos juga berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk menyiapkan infrastruktur dan tenaga pengajar.
Setelah pendaftaran terkumpul, pendamping PKH akan melakukan verifikasi lapangan. Proses ini mencakup pengecekan kondisi ekonomi keluarga, status tempat tinggal, dan dokumen kependudukan.
Yunia menambahkan bahwa pihaknya menargetkan proses seleksi selesai sebelum tahun ajaran baru dimulai. "Kami ingin anak-anak dari keluarga kurang mampu sudah siap bersekolah saat tahun ajaran tiba," pungkasnya.