SRAGEN — Perayaan Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen tahun ini tidak sekadar seremoni tahunan. Bertepatan dengan Idul Adha, Bupati Sigit Pamungkas mendorong agar semangat kurban dan kepedulian sosial menyatu dalam satu gerakan kebersamaan.
"Hari jadi Sragen yang berbarengan Idul Adha jadi momentum untuk berbagi terhadap masyarakat yang membutuhkan," ujar Bupati Sigit dalam keterangannya, Senin (16/6/2025).
Usia Sragen yang menginjak 280 tahun menjadi refleksi perjalanan panjang pembangunan daerah. Bupati menekankan bahwa capaian usia ini harus dirayakan dengan aksi nyata, bukan sekadar euforia.
Menurutnya, berbagi daging kurban kepada warga kurang mampu menjadi simbol bahwa pembangunan Sragen harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah pun mengimbau agar setiap instansi dan komunitas mengoptimalkan momen Idul Adha untuk kegiatan sosial.
Pemkab Sragen telah menginstruksikan jajaran perangkat daerah untuk berkoordinasi dengan masjid dan panitia kurban di tingkat desa. Tujuannya memastikan distribusi daging kurban tepat sasaran, terutama ke wilayah yang warganya paling terdampak ekonomi.
Bupati Sigit juga mengajak para pengusaha dan pegawai negeri di lingkungan Pemkab untuk menyalurkan hewan kurban melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat. Langkah ini dinilai lebih efektif menjangkau penerima manfaat yang terdata.
Keunikan tahun ini terletak pada keserentakan peringatan hari jadi dengan puncak ibadah kurban. Jika tahun-tahun sebelumnya perayaan lebih banyak diisi kegiatan hiburan atau upacara formal, kali ini penekanan diberikan pada dimensi sosial-keagamaan.
Pemkab Sragen sengaja tidak menggelar acara besar yang menguras anggaran. Sebagai gantinya, dana dialokasikan untuk menambah jumlah hewan kurban yang akan disembelih dan didistribusikan ke rumah-rumah warga prasejahtera.
Bupati Sigit berharap tradisi berbagi ini tidak berhenti saat Idul Adha. "Spirit gotong royong harus terus hidup setiap hari, bukan hanya saat hari raya," pungkasnya.