SOLO — Kemacetan yang mengular hingga ke ruas jalan utama dan gagalnya atraksi balon udara terbang menjadi puncak gunung es persoalan dalam sebuah festival di Alun-alun Utara, Solo. Wali Kota Respati Ardi menegaskan evaluasi total harus segera dilakukan oleh panitia penyelenggara.
"Saya minta panitia mengevaluasi secara keseluruhan, mulai dari pengaturan lalu lintas, teknis penerbangan balon, hingga tata kelola pengunjung," ujar Respati dalam keterangan resmi, Senin (15/4).
Kemacetan parah terjadi di sekitar Jalan Slamet Riyadi dan Jalan Yos Sudarso sejak sore hari, bertepatan dengan puncak acara. Banyak pengunjung yang mengaku terjebak hingga lebih dari satu jam hanya untuk keluar dari kawasan Alun-alun Utara.
Selain macet, atraksi balon udara yang dijadwalkan terbang pada malam hari gagal total akibat faktor teknis dan kondisi angin. Sejumlah warga yang sudah menunggu sejak siang mengaku kecewa. "Sudah bawa anak dari jauh, eh balonnya nggak jadi terbang. Macetnya juga parah," kata salah satu pengunjung, Fitri, kepada petugas di lokasi.
Respati meminta panitia fokus pada tiga aspek utama dalam evaluasi. Pertama, pengaturan arus lalu lintas dan parkir yang dinilai tidak terintegrasi dengan baik. Kedua, kesiapan teknis atraksi utama, termasuk uji coba penerbangan balon udara. Ketiga, sistem informasi kepada pengunjung yang dianggap minim sehingga banyak warga tidak mendapat update perubahan jadwal.
Wali Kota menegaskan bahwa festival serupa tidak akan mendapat izin lagi jika panitia tidak mampu menunjukkan perbaikan konkret. "Kami tidak ingin kejadian ini terulang. Ini soal kepercayaan warga terhadap pemerintah kota," tegasnya.
Ketua panitia festival, yang ditemui di Balai Kota Solo, menyatakan siap menerima evaluasi dan akan menyusun laporan perbaikan dalam waktu dekat. Ia mengakui ada kekurangan dalam koordinasi antar sektor, terutama dengan Dinas Perhubungan dan pihak keamanan.
"Kami minta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat. Ke depan, kami akan memastikan semua aspek teknis dan logistik diuji coba jauh hari sebelum acara digelar," ujarnya.
Pemkot Solo sendiri berencana membentuk tim pengawas khusus untuk setiap event berskala besar di ruang publik. Langkah ini diambil agar kasus serupa tidak kembali mencoreng citra kota sebagai destinasi wisata budaya dan acara.