Wali Kota Solo Respati Ardi Pastikan Kesejahteraan Guru Jadi Prioritas, Fokus Penuhi Tenaga Pendidik dan Nakes

Penulis: Oki Setiawan  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 00:03:14 WIB
Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan prioritas kesejahteraan guru di Kota Solo.

SOLO — Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di wilayahnya. Pernyataan itu disampaikan di sela kunjungannya ke Rumah Sakit Kardiologi Emirates-Indonesia, Rabu (13/5/2026).

Menurut Respati, jaminan kesejahteraan tidak hanya berlaku bagi guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Tenaga honorer pun menjadi perhatian serius pemerintah kota.

“Kita punya mandatory spending pendidikan itu kan 20 persen. Jadi tenaga pendidikan di Solo kita selesaikan, kita kuat, kita mampu, kita komitmen tenaga pendidik di Solo itu semua kita selesaikan dan pekerjakan dengan baik,” ujarnya.

Ia mengklaim, kondisi kesejahteraan guru di Kota Solo saat ini sudah cukup baik. Pemerintah berupaya memenuhi hak-hak pengajar, termasuk memberikan gaji yang layak di atas upah minimum regional (UMR).

“Intinya tidak usah khawatir. Kami akan memberikan kesejahteraan yang layak di atas UMR, gaji yang paling bawah standarnya paling baik. Kesejahteraan guru jadi yang utama dan prioritas di Solo,” papar Respati.

Rekrutmen ASN Difokuskan untuk Guru dan Nakes

Untuk menjamin keberlanjutan kesejahteraan itu, Pemkot Solo akan memprioritaskan tenaga pendidik dalam perekrutan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) mendatang. Sektor kesehatan juga menjadi fokus utama dalam pengadaan pegawai baru.

“Ya kita buka untuk permohonan untuk buka PNS untuk yang tendik (tenaga pendidik). Kan kita sudah sampaikan, hanya dua yang utama di Solo, tenaga pendidik dan nakes. Jadi itu sebagai layanan dasar, kita paripurnakan pendidikan dan kesehatan di Solo,” jelas Respati.

Kekosongan Guru Diatasi Lewat Kerja Sama dengan UNS

Respati mengakui masih ada kekosongan tenaga pengajar di sejumlah sekolah. Namun, Pemkot Solo terus berupaya mengisinya agar kegiatan belajar mengajar tetap optimal.

Untuk pengadaan ASN baru, daerah masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Sebagai solusi sementara, Pemkot menjalin kerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

“Kalau ada kekosongan harus langsung diisi. Dan kami juga membackup, kami bekerja sama dengan UNS terkait program PPG guru di sana. Dan kami tugaskan untuk magang di Solo,” imbuhnya.

Ia menambahkan, optimalisasi sektor pendidikan dasar dan kesehatan akan terus menjadi prioritas utama Pemkot Solo sebagai bagian dari pelayanan dasar kepada masyarakat. Insentif juga diberikan untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah swasta.

Reporter: Oki Setiawan
Sumber: mettanews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top