BANJARNEGARA — Antusiasme pelajar terhadap pencak silat di Banjarnegara terbilang tinggi. Kejurda Pencak Silat Pelajar tahun ini mencatatkan partisipasi 854 atlet dari 173 sekolah, mulai dari SD, SMP, hingga SMA.
Ketua Umum IPSI Kabupaten Banjarnegara, Sri Rahayu, mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi alat ukur perkembangan latihan para atlet yang dibina di sekolah maupun perguruan pencak silat.
Kejurda ini juga berfungsi sebagai pra-Popda. Atlet-atlet terbaik yang terpantau akan dipersiapkan untuk berlaga di Popda tingkat kabupaten yang dijadwalkan pada 18 hingga 24 Juni 2026.
“Sekaligus ajang pra-Popda untuk menuju Popda kabupaten. Dari sini nanti akan terlihat atlet-atlet yang siap naik ke jenjang berikutnya untuk mewakili Banjarnegara,” ujar Sri Rahayu, Selasa (12/5/2026).
Setelah itu, atlet yang lolos akan mewakili Banjarnegara di Popda tingkat Jawa Tengah yang berlangsung pada September mendatang. Pemerintah Kabupaten Banjarnegara berkomitmen memberikan fasilitasi penuh bagi atlet yang melaju ke tingkat provinsi.
Menurut Sri Rahayu, pembentukan karakter atlet tidak hanya bergantung pada hasil pertandingan. Mental juara, kata dia, dibangun dari konsistensi latihan, disiplin waktu, dan sikap sportif selama bertanding.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga memiliki mental juara. Mental itu dibangun dari latihan yang rutin, disiplin waktu, berani menghadapi tantangan, dan tetap menghormati lawan maupun keputusan wasit dan juri,” jelasnya.
Anggota DPRD Banjarnegara itu menambahkan, jumlah peserta yang besar tahun ini menjadi indikator positif. Sekolah dan perguruan dinilai memiliki semangat tinggi dalam membina atlet pencak silat.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Dindikpora Banjarnegara, Suhardi, menyebut capaian ini sangat baik. Ia menilai partisipasi lebih dari 800 atlet menunjukkan pencak silat masih menjadi cabang olahraga favorit di kalangan pelajar.
“Partisipasi lebih dari 800 atlet ini merupakan capaian yang sangat baik. Artinya, pencak silat masih menjadi cabang olahraga yang diminati dan pembinaannya berjalan di sekolah maupun perguruan,” ungkapnya.
Suhardi menjelaskan, pelaksanaan Popda tahun 2026 menggunakan dua mekanisme. Sejumlah cabang olahraga langsung menuju tingkat kabupaten, sementara cabang lain seperti pencak silat harus melalui tahap seleksi pra-Popda terlebih dahulu.
“Semoga dari kejuaraan ini lahir pesilat-pesilat terbaik yang nantinya membawa nama Banjarnegara di tingkat yang lebih tinggi,” harap Sri Rahayu.