PURBALINGGA — BUMDes Sumber Agung Sejahtera (SAS) Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, kini membudidayakan melon premium hidroponik di dalam greenhouse. Langkah ini tak hanya untuk memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga menjadi daya tarik utama desa wisata yang tengah dirintis pemerintah desa.
PURBALINGGA — Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sumber Agung Sejahtera (SAS) di Desa Bojong, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengembangkan budi daya melon premium hidroponik di dalam greenhouse. Inisiatif ini diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi motor penggerak desa wisata setempat.
Direktur BUMDes SAS, Vandi Romadhon, mengatakan pihaknya saat ini mengoperasikan dua unit rumah kaca dengan kapasitas masing-masing sekitar 400 tanaman. Total, terdapat sekitar 800 pohon melon premium yang dibudidayakan di lahan tersebut.
"Greenhouse kami saat ini ada dua unit dengan total kapasitas sekitar 800 pohon. Di sana kami menanam berbagai varietas melon premium," kata Vandi di Purbalingga, Senin.
Vandi menjelaskan, budi daya melon hidroponik di dalam greenhouse memiliki sejumlah keunggulan. Sistem ini memungkinkan pengaturan nutrisi, iklim, dan lingkungan tanam secara lebih presisi.
"Budi daya melon hidroponik dalam greenhouse mampu menghasilkan buah yang lebih manis, seragam, dan berkualitas tinggi dengan produktivitas yang lebih optimal karena nutrisi, iklim, dan lingkungan tanam dapat dikendalikan secara presisi," ujarnya.
Usaha ini kini memasuki musim tanam kedua. Pada musim pertama, varietas yang dikembangkan antara lain Golden Aroma dan White Kirin. Kini, giliran varietas Sweet Lavender, Kirani, dan White Kirin yang ditanam. Tanaman melon hidroponik dapat dipanen dalam waktu sekitar 70 hari sejak masa tanam.
Selain untuk pengembangan usaha desa dan ketahanan pangan, budi daya melon hidroponik ini juga diarahkan sebagai penunjang program desa wisata yang tengah dirintis Pemerintah Desa Bojong. Saat masa panen tiba, greenhouse direncanakan dibuka untuk wisata petik melon.
"Tujuan lainnya untuk mendukung desa wisata, karena Desa Bojong sedang merintis menjadi desa wisata. Wisata petik melon ini diharapkan bisa menjadi daya tarik baru sekaligus sarana edukasi bagi masyarakat," kata Vandi.
Vandi menambahkan, program ini searah dengan mandatori Presiden terkait ketahanan pangan. Pihaknya memilih melon karena kondisi alam Bojong yang cocok dan potensi keberlanjutan usahanya yang cukup tinggi.