Proton eMas 5 kembali mencatatkan penjualan tertinggi di segmen kendaraan listrik di Malaysia, dengan 1.772 unit terjual pada bulan April. Sementara itu, BYD Atto 3 dan eMas 7 bersaing ketat di posisi kedua dan ketiga.
Data terbaru dari Departemen Transportasi Jalan (JPJ) menunjukkan bahwa Proton eMas 5 terus mendominasi pasar kendaraan listrik (EV) di Malaysia dengan penjualan 1.772 unit pada bulan April. Meskipun angka ini turun 14,4% dibandingkan bulan sebelumnya, total penjualan tahun ini mencapai 8.473 unit, menempatkannya di jalur yang tepat untuk melampaui target 20.000 unit pada akhir tahun.
Di sisi lain, eMas 7 milik Proton mengalami penurunan penjualan dengan hanya 636 unit terdaftar, tertinggal dari BYD Atto 3 yang terjual sebanyak 778 unit. Hal ini menunjukkan persaingan yang ketat antara kedua merek, di mana BYD tampaknya telah mempersiapkan pasokan yang besar sebelumnya berdasarkan kebijakan pemerintah yang tidak konsisten.
Model lain yang menunjukkan performa baik adalah iCaur V23 dengan penjualan 365 unit, diikuti oleh Zeekr 7X yang terjual 303 unit. Sementara itu, BYD Seal 6 berhasil mengungguli saudara kandungnya, Sealion 7, dengan 239 unit terjual, dibandingkan 182 unit untuk 03 dan 163 unit untuk Sealion 7.
Perodua QV-E juga mencuri perhatian dengan masuk ke dalam daftar penjualan EV, menjual 52 unit dan mengalahkan Zeekr 009 serta Xpeng X9. Ini menunjukkan bahwa masalah kualitas yang sebelumnya mengganggu model ini tampaknya telah teratasi, memberikan harapan untuk pertumbuhan penjualan di masa mendatang.
Dengan semakin banyaknya pilihan di pasar EV, konsumen Malaysia kini memiliki beragam opsi yang dapat dipilih, dengan harga dan fitur yang bervariasi. Penjualan bulan April menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa penurunan, pasar EV tetap menarik perhatian dengan potensi pertumbuhan yang signifikan.