Sekda Jateng Desak Pemkot Semarang Bangun Jalur Lingkar Truk Berat

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 06 Mei 2026 | 15:48:54 WIB
Sekda Jateng mendesak Pemkot Semarang percepat pembangunan jalur lingkar truk berat.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong percepatan pembangunan jalur lingkar luar guna memutus rantai kecelakaan di kawasan Silayur, Kecamatan Ngaliyan. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar memasang portal pembatas yang berulang kali mengalami kerusakan akibat ditabrak kendaraan bertonase besar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menekankan bahwa persoalan di jalur Silayur tidak bisa hanya diselesaikan dengan penindakan sopir. Kondisi geografis berupa turunan yang sangat panjang menjadi faktor utama yang membebani sistem pengereman kendaraan logistik saat melintas di sana.

Beban Jalan Silayur Terlalu Berat untuk Kendaraan Logistik

Menurut Sumarno, kerawanan di kawasan Silayur merupakan masalah klasik yang membutuhkan penanganan dari sisi infrastruktur jalan. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Sosialisasi Kebijakan dan Public Hearing Menuju Implementasi Indonesia Zero ODOL Tahun 2027 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Rabu, 6 Mei 2026.

"Kejadian-kejadian di Silayur itu sebenarnya sudah cukup lama terjadi. Memang yang menjadi beban jalan itu karena turunannya terlalu panjang," ujar Sumarno.

Ia berpendapat bahwa pemasangan portal pembatas bukan satu-satunya jawaban untuk menekan angka kecelakaan. Pemerintah perlu memikirkan skema pengalihan arus agar kendaraan berat tidak lagi masuk ke jantung kota dan melewati titik-titik ekstrem seperti Silayur.

"Mungkin juga harus ada ide bagaimana untuk mengalihkan kendaraan berat itu," katanya menambahkan.

Rute Banyumanik-Mangkang Jadi Solusi Permanen Pengalihan Arus

Pemprov Jawa Tengah kini menunggu realisasi pembangunan jalur lingkar oleh Pemerintah Kota Semarang. Jalur ini dirancang khusus untuk mengakomodasi kendaraan logistik bertonase besar agar memiliki rute yang lebih aman dan terpisah dari pemukiman padat.

Adapun rencana rute jalur lingkar tersebut akan membentang dari wilayah selatan hingga barat Kota Semarang. Jalur ini diproyeksikan menghubungkan titik-titik strategis sebagai berikut:

  • Kawasan Banyumanik sebagai titik awal dari arah selatan.
  • Kawasan Gunungpati dan Mijen untuk memecah kepadatan di tengah kota.
  • Kawasan Mangkang sebagai titik temu dengan jalur pantura barat.

Dengan adanya rute alternatif ini, truk bermuatan berat dari arah Solo atau Yogyakarta yang hendak menuju Jakarta tidak perlu lagi melintasi tanjakan dan turunan tajam di Ngaliyan.

Insiden Truk Terobos Portal Jadi Pemicu Desakan Pembangunan

Desakan pembangunan jalur lingkar menguat setelah Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang kewalahan menjaga portal pembatas di Silayur. Meski baru saja dipasang, pembatas fisik tersebut berulang kali ringsek dihantam truk yang nekat melintas.

Dalam salah satu kejadian terbaru, sebuah truk bermuatan rongsok dilaporkan menerobos portal saat proses pemasangan masih berlangsung. Petugas di lapangan terpaksa mengamankan kendaraan tersebut karena mengabaikan rambu dan membahayakan pengguna jalan lain.

Kondisi ini mempertegas bahwa rekayasa lalu lintas berupa portal fisik sulit berjalan efektif tanpa adanya jalur pengganti yang memadai bagi armada logistik di ibu kota Jawa Tengah.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Back to top