Pencarian

Minim Guru, SMPN 3 Pagedongan Banjarnegara Ubah Kebun Singkong Jadi Laboratorium Hidup

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 09:31:01 WIB
Minim Guru, SMPN 3 Pagedongan Banjarnegara Ubah Kebun Singkong Jadi Laboratorium Hidup
Siswa SMPN 3 Pagedongan mengikuti pembelajaran di kebun singkong yang difungsikan sebagai laboratorium hidup.

BANJARNEGARA — Keterbatasan tenaga pengajar tidak membuat SMPN 3 Pagedongan kehabisan akal. Dengan tujuh guru yang harus mengampu 11 mata pelajaran, sekolah di bawah kepemimpinan Asri Ratna Sari ini memilih memanfaatkan potensi lingkungan sekitar sebagai ruang belajar.

Kebun singkong milik sekolah dialihfungsikan menjadi laboratorium hidup. Siswa belajar langsung di lahan, bukan hanya dari buku teks di dalam kelas.

Empat Mata Pelajaran Digabung dalam Satu Proyek

Pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) menjadi dasar metode pembelajaran terpadu ini. Alih-alih memisahkan tiap mata pelajaran, para guru menyatukan beberapa disiplin ilmu ke dalam satu proyek bersama.

Implementasinya terlihat pada gelaran Bazar Sekolah Integratif, Kamis (1/10/2026). Kegiatan itu menggabungkan empat mata pelajaran sekaligus: Bahasa Inggris, IPS, Matematika, dan Informatika.

Siswa tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka mempraktikkan langsung keterampilan komunikasi, perhitungan bisnis, dan pemanfaatan teknologi dalam satu rangkaian kegiatan.

Mengikis Ego Sektoral Antar Guru

Kepala SMPN 3 Pagedongan, Asri Ratna Sari, menyebut inovasi ini lahir dari komitmen para guru membangun visi pembelajaran terpadu. Menurutnya, ego sektoral antar mata pelajaran selama ini menjadi salah satu penghambat.

"Dalam kegiatan bazar ini, siswa tidak hanya memahami teori di atas kertas, tetapi juga mempraktikkan keterampilan komunikasi, perhitungan bisnis, dan pemanfaatan teknologi," jelas Asri.

Ia menambahkan seluruh rangkaian inovasi tersebut merupakan pengejawantahan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Peserta didik dididik sesuai kodrat alam melalui potensi lingkungan lokal, sekaligus kodrat zaman lewat pemanfaatan teknologi.

Bekal Keterampilan Hidup bagi Siswa

Metode berbasis pengalaman langsung dinilai membuat pemahaman siswa lebih mendalam. Daya kritis mereka terlatih karena harus menyelesaikan persoalan nyata, bukan sekadar menjawab soal ujian.

"Melalui pengalaman langsung ini, pemahaman siswa menjadi lebih mendalam, melatih daya kritis, serta memberikan bekal keterampilan hidup yang bermanfaat untuk masa depan mereka," ungkap Asri.

Bagi SMPN 3 Pagedongan, kebun singkong bukan lagi sekadar lahan kosong di belakang sekolah. Lahan itu kini menjadi ruang belajar yang menghubungkan teori kelas dengan praktik sehari-hari.

Follow katajateng.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks