SEMARANG — Ratusan lulusan tenaga kesehatan (nakes) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) resmi mengucapkan sumpah profesi sebelum terjun ke dunia kerja, Rabu (1/7). Mereka berasal dari program studi keperawatan, kebidanan, dan profesi ners.
Daya Saing Lulusan di Pasar Global
Rektor Unimus menuturkan bahwa kurikulum yang diterapkan telah diselaraskan dengan standar kompetensi internasional. Hal ini membuat lulusan tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga di fasilitas kesehatan luar negeri.
“Beberapa rumah sakit di Malaysia dan Timur Tengah mulai membuka peluang rekrutmen bagi lulusan kami. Ini bukti bahwa kualitas pendidikan vokasi kita diakui,” ujarnya dalam sambutan.
Jumlah Lulusan dan Prospek Karier
Dari total 597 lulusan, sekitar 60 persen di antaranya telah mendapatkan tawaran kerja sebelum sumpah profesi digelar. Sisanya masih dalam proses seleksi di sejumlah rumah sakit swasta dan pemerintah di Jawa Tengah.
Pihak kampus juga menyediakan pusat karier yang memfasilitasi pencarian kerja, termasuk pelatihan wawancara dan sertifikasi bahasa asing. Layanan itu dinilai membantu lulusan bersaing di pasar tenaga kerja regional dan global.
Dampak bagi Dunia Kesehatan Daerah
Gubernur Jawa Tengah melalui sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi mengapresiasi capaian Unimus. Ia menilai peningkatan kualitas nakes lokal berpotensi menekan angka migrasi tenaga kesehatan ke luar negeri secara ilegal.
“Dengan jalur resmi dan terstandar, lulusan bisa bekerja di luar negeri tanpa merugikan sistem kesehatan nasional. Ini juga memperkuat citra tenaga kesehatan Indonesia di mata dunia,” kata Kepala Dinkes Jateng.
Langkah Selanjutnya bagi Lulusan
Setelah sumpah profesi, para lulusan wajib mengikuti program adaptasi di fasilitas kesehatan selama satu tahun. Setelah itu, mereka bisa mengajukan surat tanda registrasi (STR) dan melamar pekerjaan, baik di dalam maupun luar negeri.
Unimus menargetkan kerja sama dengan rumah sakit di Jepang dan Jerman dapat terealisasi pada tahun depan. Rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan melalui perjanjian bilateral antarperguruan tinggi.