SALATIGA — Ratusan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Ringin Anom Batur mengikuti rangkaian tradisi Susuk Wangan dan Dawuhan di kawasan lahan pertanian Kauman Kidul, Senin lalu. Kedua tradisi ini sudah berlangsung secara turun-temurun dan masih dipertahankan hingga kini.
Lurah Kauman Kidul, Nur Ikhwan, menjelaskan bahwa Susuk Wangan merupakan kegiatan membersihkan dan merawat sumber mata air beserta saluran irigasi yang menjadi urat nadi pertanian masyarakat. Sementara Dawuhan adalah kegiatan gotong royong sebagai wujud syukur atas limpahan air yang mengairi lahan pertanian.
"Intinya, kedua tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dan hasil panen yang telah para petani dapatkan," ujar Nur Ikhwan.
Ritual Penyembelihan Ayam hingga Doa Bersama
Prosesi tradisi diawali dengan penyembelihan seekor ayam jantan kampung. Darah ayam tersebut dialirkan ke saluran irigasi sebagai bagian dari rangkaian adat. Setelah itu, ayam dibakar bersama bulunya, dibersihkan, diberi bumbu, lalu dimasak hingga matang.
Setelah prosesi selesai, para petani menggelar doa bersama untuk memohon keberkahan, keselamatan, kesejahteraan, serta hasil pertanian yang melimpah. Hidangan pun disantap bersama-sama, dengan menu wajib gudangan yang menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dijaga.
Makna di Balik Tradisi: Menjaga Sumber Air untuk Keberlanjutan
Menurut Nur Ikhwan, tradisi ini kini memiliki makna yang lebih luas, yakni menjaga kelestarian sumber air agar tetap mampu mendukung sektor pertanian secara berkelanjutan. Tanpa perawatan yang baik, sumber air dan saluran irigasi akan sulit dimanfaatkan dalam jangka panjang.
"Secara esensi, tradisi ini mengajarkan masyarakat untuk terus menjaga sumber air sebagai penopang kemakmuran bersama," katanya.
Ia menambahkan, Susuk Wangan dan Dawuhan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, silaturahmi, dan gotong royong di kalangan petani Kauman Kidul. Tradisi ini menjadi kearifan lokal yang menggambarkan kuatnya persatuan warga dalam menjaga pertanian serta sumber kehidupan mereka.