PATI — Banjir rob yang merendam permukiman di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, belum juga surut setelah lebih dari sebulan. Kepala Desa Tunggulsari, Setyo Wahyudi, menyebutkan jumlah rumah yang terendam bertambah signifikan dalam beberapa hari terakhir.
"Hari ini tambah, sekarang lebih dari 50 rumah, kemarin ada 36 rumah itu yang terkena dampak," kata Setyo saat dihubungi, Kamis (18/6/2026).
Genangan terparah terkonsentrasi di wilayah RT 5. Ketinggian air di jalan mencapai 70 sentimeter, sementara di dalam rumah warga berkisar antara 30 hingga 40 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas sehari-hari lumpuh total.
Bantuan Logistik Baru Sekali Sejak Banjir Mulai
Setyo mengungkapkan kebutuhan paling mendesak saat ini adalah logistik. Sejak banjir rob mulai merendam pada pertengahan Mei 2026, warga baru sekali mendapatkan bantuan paket sembako dari Pemerintah Kabupaten Pati, yakni pada akhir Mei lalu.
"Yang kami butuh saat ini adalah logistik, kemarin kami baru dikasih logistik itu akhir bulan Mei 2026. Makanan, paket sembako, kami minta bantuan logistik lagi belum ada," jelasnya.
Ia menambahkan, banjir rob ini mengikuti siklus pasang air laut yang hingga kini tak kunjung surut. "Padahal banjir rob ini sudah ada sebulan lebih. Mulai waktu itu pertengahan Mei 2026 ada siklus pasang, sampai sekarang belum surut," lanjut dia.
Tanggul Jebol, Perbaikan Terkendala Air Masih Tinggi
Pemerintah Kabupaten Pati sebenarnya telah mengalokasikan bantuan dana sebesar Rp 60 juta untuk perbaikan tanggul yang jebol. Namun, upaya tersebut belum tuntas. Dari dua titik tanggul yang rusak, satu titik berhasil diperbaiki, sementara titik lainnya belum bisa dikerjakan.
"Sudah ada upaya penanganan tanggul itu ada bantuan pemerintah Kabupaten Pati senilai Rp 60 juta sudah dikerjakan. Yang satu titik sudah dikerjakan yang satu titik belum bisa dikerjakan karena kondisi banjir rob masih tinggi," ungkap Setyo.
Terpisah, Kabid Kedaruratan pada BPBD Pati, Suntoro, membenarkan bahwa penanganan yang dilakukan saat ini baru sebatas perbaikan tanggul. "Penanganan tanggul yang jebol," kata Suntoro singkat.
Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Tunggulsari masih bertahan di tengah genangan. Mereka berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah, terutama bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang semakin menipis.