SOLO — Ribuan personel gabungan disiagakan untuk mengamankan pergelaran Kirab Malam 1 Suro yang akan digelar dua keraton di Kota Solo, Selasa (16/6) malam. Total 854 personel dikerahkan, terdiri dari unsur kepolisian, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan pengamanan swakarsa.
Pola Pengamanan Dua Prosesi Berbeda
Kasi Humas Polresta Solo AKP Lingga Ramadhani menjelaskan, pengamanan dibagi berdasarkan jadwal dan rute masing-masing penyelenggara. Kirab Pura Mangkunegaran yang dimulai pukul 19.00 WIB diamankan 312 personel. Sementara Kirab Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang berlangsung tengah malam dikawal 542 personel.
"Kami telah menerima surat pemberitahuan dan permohonan izin dari kedua pihak penyelenggara," kata Lingga dalam siaran pers, Senin (15/6/2026).
Rute Kirab dan Rekayasa Lalu Lintas
Rute kirab Mangkunegaran dimulai dari gerbang utama ke selatan melintasi Jalan Diponegoro hingga simpang Pasar Pon, lalu ke barat melalui Jalan Slamet Riyadi. Rombongan kemudian berbelok ke utara ke Jalan Kartini mengitari Pura Mangkunegaran, melewati Jalan RM Said dan Teuku Umar, sebelum kembali ke titik awal.
Sementara itu, rombongan Keraton Solo akan keluar dari Kamandungan melalui Jalan Supit Urang menuju Gladak dan Jalan Jendral Sudirman. Di simpang Telkom, iring-iringan berbelok ke timur menuju Jalan Kapten Mulyadi, lalu ke selatan hingga simpang Baturono, dan kembali ke Keraton via Jalan Slamet Riyadi.
AKP Lingga menegaskan pengalihan arus dan sistem buka-tutup jalan akan diberlakukan secara situasional. "Kami akan terus berkoordinasi dengan kedua keraton dan instansi terkait agar kegiatan berjalan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat pengguna jalan," ujarnya.
Antisipasi Kriminalitas di Tengah Kerumunan
Polresta Solo tidak hanya fokus pada pengaturan lalu lintas. Personel non-dinas disebar di tengah kerumunan masyarakat untuk memantau gerak-gerik mencurigakan. "Apabila ditemukan potensi mengganggu keamanan dan ketertiban, petugas akan segera mengambil tindakan," jelas Lingga.
Pengalaman pengamanan tahun-tahun sebelumnya menjadi bahan evaluasi untuk menyusun pola yang lebih efektif. Antusiasme masyarakat terhadap Kirab Malam 1 Suro disebut sangat tinggi, sehingga pendekatan humanis dan pengaturan lalu lintas yang fleksibel menjadi prioritas.