Pencarian

Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Bocah 7 Tahun yang Hilang di Sungai Comal Pemalang hingga 3 Kilometer

Minggu, 14 Juni 2026 • 15:35:31 WIB
Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Bocah 7 Tahun yang Hilang di Sungai Comal Pemalang hingga 3 Kilometer
Tim SAR gabungan memperluas pencarian bocah 7 tahun di Sungai Comal hingga radius 3 kilometer.

PEMALANG — Pencarian terhadap Khafidz Riski Al Wafu (7) yang dilaporkan hilang di Sungai Comal pada Sabtu (13/6/2026) belum membuahkan hasil hingga hari kedua. Tim gabungan memutuskan memperlebar jangkauan operasi menyusul dugaan kuat korban terbawa arus.

Perahu Karet dan Tim Selam Dikerahkan

Dua perahu karet diterjunkan sejak pukul 08.00 WIB untuk menyisir aliran Sungai Comal dari bawah Jembatan Pantura menuju arah utara. Selain penyisiran permukaan, tim juga menyiapkan penyelaman di titik dugaan korban tenggelam.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang Agus Ikmaludin mengatakan area pencarian hari ini mencapai tiga kilometer dari lokasi awal. “Mudah-mudahan hari ini bisa ditemukan jenazahnya atau korbannya,” ujarnya di lokasi.

Kondisi Sungai dan Risiko Arus Bawah

Lebar Sungai Comal di lokasi kejadian mencapai sekitar 20 meter. Meski sempat turun hujan di wilayah selatan, debit air tidak meningkat signifikan sehingga arus permukaan relatif tenang. Namun Agus menyebut kedalaman sungai yang cukup dalam tetap menjadi tantangan.

“Ada kemungkinan bisa terseret. Ini anak kecil umur 7 tahun, kemudian kedalamannya juga masih lebih dalam sungainya,” kata Agus. “Tim kami pada hari ini berencana melakukan penyelaman di sekitar wilayah korban tenggelam.”

Kronologi: Bocah Diduga Berjalan Sendiri ke Sungai

Khafidz merupakan putra pasangan Yogi Gunawan dan Laelati Syarafina, warga Perumahan Bale Agung, Mengori. Ia datang bersama ibunya untuk menghadiri silaturahmi keluarga di Dusun Balutan, Desa Purwoharjo, Kecamatan Comal, Sabtu pagi.

Lokasi rumah kerabat berjarak sekitar 200 meter dari Sungai Comal. Saat keluarga berkumpul, korban diduga berjalan seorang diri menuju sungai tanpa sepengetahuan orang tua maupun kerabat. Operasi pencarian hari Sabtu dihentikan menjelang magrib karena korban belum ditemukan.

Peran Warga dan Relawan dalam Pencarian

Selain personel Basarnas dan BPBD, pencarian hari ini melibatkan PMI, ORARI, serta puluhan relawan dari masyarakat sekitar. Tim gabungan menyisir bantaran sungai dan memeriksa titik-titik yang diduga menjadi tempat korban tersangkut.

Pencarian direncanakan berlangsung hingga sore hari. Jika hasilnya masih nihil, operasi kemungkinan akan dilanjutkan pada Senin (15/6/2026) dengan pola penyisiran yang lebih detail menggunakan alat bantu sonar.

Bagikan
Sumber: jateng.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks