SUKOHARJO — Sebanyak 12 tim diterjunkan KPU Sukoharjo guna mengebut proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih yang tercatat berdomisili di luar negeri. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Sukoharjo Bambang Muryanto mengatakan, coklit ini bertujuan memastikan apakah warga yang sebelumnya masuk daftar pemilih luar negeri masih sesuai dengan kondisi terkini.
“Coklit untuk memastikan apakah warga yang sebelumnya masuk daftar pemilih luar negeri,” ujar Bambang Muryanto.
Verifikasi Domisili untuk Akurasi Data
Proses verifikasi ini menjadi krusial mengingat banyaknya pemilih yang tercatat di luar negeri namun kondisi domisilinya bisa berubah. Tim yang diterjunkan akan mendatangi langsung alamat terakhir yang terdata untuk melakukan konfirmasi. Data yang valid akan menjadi dasar penetapan daftar pemilih tetap (DPT) untuk Pemilu mendatang.
Mengapa Percepatan Ini Dilakukan?
Percepatan coklit ini merupakan respons terhadap tenggat waktu yang ketat dalam tahapan pemutakhiran data pemilih. KPU Sukoharjo menargetkan proses verifikasi selesai tepat waktu agar tidak mengganggu jadwal penetapan DPT. Akurasi data pemilih menjadi prioritas utama untuk menjamin hak pilih setiap warga negara.
Dengan diterjunkan 12 tim, KPU Sukoharjo berharap proses coklit dapat menjangkau seluruh pemilih yang terdata di luar negeri secara menyeluruh. Hasil verifikasi ini nantinya akan diolah untuk memastikan tidak ada pemilih ganda atau data yang tidak valid dalam daftar pemilih tetap.