KUDUS — PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Kudus melalui program PLN Peduli menghadirkan laboratorium konversi motor listrik di SMK Bhakti Kudus. Fasilitas ini menjadi yang pertama di wilayah tersebut dan ditargetkan menjadi pusat pembelajaran bagi siswa dalam mengubah motor berbahan bakar fosil menjadi motor listrik.
Fasilitas Baru untuk Pelatihan Teknologi Hijau
Laboratorium ini dilengkapi dengan peralatan standar yang mendukung proses konversi kendaraan, mulai dari mesin, baterai, hingga sistem kontrol elektronik. Siswa jurusan teknik otomotif dan teknik listrik SMK Bhakti Kudus dapat langsung mempraktikkan teori yang dipelajari di kelas.
“Kami berharap laboratorium ini tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga mencetak tenaga terampil yang siap bersaing di industri kendaraan listrik,” ujar perwakilan PLN UP3 Kudus dalam keterangan resmi yang diterima, Senin lalu.
Dukungan terhadap Ekosistem Kendaraan Listrik Nasional
Program ini sejalan dengan target pemerintah mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia. PLN secara konsisten mendorong elektrifikasi di berbagai sektor, termasuk transportasi, dengan menyediakan infrastruktur pendukung seperti Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
SMK Bhakti Kudus dipilih karena dinilai memiliki kurikulum yang relevan dan antusiasme tinggi dari siswa terhadap teknologi ramah lingkungan. Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini dan berencana mengintegrasikan laboratorium ke dalam kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Bagaimana Siswa Bisa Memanfaatkan Laboratorium Ini?
Laboratorium konversi motor listrik di SMK Bhakti Kudus akan digunakan untuk kegiatan praktikum mata pelajaran produktif. Siswa tidak hanya belajar merakit, tetapi juga melakukan uji coba performa motor hasil konversi.
PLN juga berencana menggelar pelatihan tambahan bagi guru dan instruktur agar transfer pengetahuan berjalan optimal. Ke depannya, hasil konversi motor listrik karya siswa diharapkan bisa digunakan untuk kebutuhan operasional sekolah atau bahkan dijual ke masyarakat.
Apa Langkah Selanjutnya?
PLN UP3 Kudus menargetkan laboratorium serupa bisa dihadirkan di sekolah kejuruan lain di wilayah Kudus dan sekitarnya. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung transisi energi bersih sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di sektor kendaraan listrik.
Dengan adanya fasilitas ini, siswa SMK Bhakti Kudus kini memiliki akses langsung ke teknologi konversi motor listrik yang selama ini hanya dipelajari secara teori. Pihak sekolah optimistis lulusannya akan lebih siap menghadapi permintaan pasar tenaga kerja di era elektrifikasi.