SOLO — Pemkot Solo tidak hanya menjajaki pengiriman tenaga kerja ke Australia. Kerja sama ini juga mencakup program magang dan investasi digital. Rencana itu berawal dari kunjungan delegasi parlemen Australia ke Solo Techno Park, yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Apa yang Dilirik Australia dari Solo?
Delegasi parlemen Australia menunjukkan ketertarikan pada ekosistem digital di Solo Techno Park. Kawasan ini dinilai sebagai pusat inovasi yang bisa menjadi jembatan pertukaran sumber daya manusia dan teknologi.
“Kunjungan parlemen Australia ke Solo Techno Park menarik perhatian mereka,” demikian pernyataan Pemkot Solo. Ketertarikan itu ditindaklanjuti dengan pembahasan tiga sektor utama: penempatan tenaga kerja, program magang, dan investasi digital.
Proses Penjajakan: Dari Kunjungan ke Meja Negosiasi
Pertemuan awal antara delegasi parlemen Australia dan jajaran Pemkot Solo menjadi titik tolak. Kedua belah pihak memetakan bidang yang saling membutuhkan. Australia membutuhkan tenaga kerja terampil dari Indonesia, sementara Solo membutuhkan perluasan akses pasar dan investasi.
Pemkot Solo membentuk tim kecil untuk menggodok detail kerja sama. Tahap selanjutnya adalah penyusunan nota kesepahaman yang mengatur kuota tenaga kerja, durasi magang, serta skema investasi. Proses ini masih berlangsung dan belum ada jadwal pasti kapan kerja sama resmi diteken.
Bidang Pekerjaan yang Paling Dibutuhkan
Sektor digital dan teknologi informasi menjadi prioritas utama. Solo Techno Park, yang selama ini menjadi inkubator startup lokal, dinilai sebagai bukti bahwa kota ini memiliki sumber daya manusia siap bersaing di pasar global.
Selain itu, sektor perawatan lansia dan perhotelan juga disebut-sebut kerap dicari Australia. Kedua sektor ini memiliki permintaan tenaga kerja tinggi dan tidak memerlukan sertifikasi rumit bagi pekerja asing.
Apa Langkah Selanjutnya?
Pemkot Solo masih menunggu hasil kajian teknis dari kedua tim negosiator. Jika berjalan lancar, kerja sama ini bisa menjadi model baru bagi daerah lain di Indonesia yang ingin membuka jalur penempatan tenaga kerja ke luar negeri tanpa jalur informal.
Bagi warga Solo yang berminat, Pemkot mengimbau untuk mulai mempersiapkan diri, terutama kemampuan bahasa Inggris dan keterampilan teknis di bidang digital. Peluang ini, kata Pemkot, tidak akan terbuka lebar tanpa kesiapan dari calon tenaga kerja itu sendiri.