JAWA TENGAH — Langkah Samsung menghadirkan Galaxy Buddy 5 pada 15 Mei 2026 menandai kelanjutan strategi rebranding mereka di pasar domestik. Perangkat ini sebenarnya identik dengan Galaxy A17 5G yang telah memulai debut globalnya sejak Agustus 2025. Melalui kolaborasi eksklusif dengan operator seluler LG Uplus, Samsung memberikan identitas baru pada ponsel ini untuk menyasar pengguna yang mencari perangkat fungsional namun tetap memiliki fitur premium di sisi kamera.
Samsung menyediakan tiga pilihan warna minimalis, yakni Black, Blue, dan Grey. Untuk pasar Korea Selatan, pabrikan asal Seoul ini hanya menawarkan satu konfigurasi memori, yaitu RAM 6GB dengan penyimpanan internal 128GB. Kapasitas ini dinilai mencukupi untuk kebutuhan harian seperti media sosial, aplikasi pesan instan, dan penyimpanan dokumen ringan.
Peningkatan Visual dan Stabilitas Kamera OIS
Sektor visual menjadi daya tarik utama dengan penggunaan panel Super AMOLED berukuran 6,7 inci. Layar berdesain Infinity-U ini mendukung resolusi Full HD+ dan refresh rate 90Hz, memberikan transisi visual yang lebih halus dibandingkan layar standar 60Hz. Tingkat kecerahan maksimal mencapai 800 nits, sehingga konten tetap terlihat jelas meski digunakan di bawah sinar matahari langsung.
Pada bagian belakang, Samsung menyematkan sistem tiga kamera dengan konfigurasi sebagai berikut:
- Kamera utama 50MP yang dilengkapi OIS (Optical Image Stabilization) untuk meredam guncangan saat memotret atau merekam video.
- Kamera ultrawide 5MP untuk menangkap sudut pandang yang lebih luas.
- Kamera makro 2MP dengan fixed-focus untuk pengambilan gambar jarak dekat.
- Kamera depan 13MP yang ditempatkan pada poni kecil di bagian atas layar.
Kehadiran OIS di kelas harga ini memberikan nilai tambah signifikan. Fitur tersebut membantu pengguna menghasilkan foto yang lebih tajam dalam kondisi minim cahaya (low light) dan video 1080p 30fps yang lebih stabil tanpa memerlukan gimbal tambahan.
Jaminan Pembaruan Software Selama 5 Tahun
Samsung membekali Galaxy Buddy 5 dengan chipset Exynos 1330 yang dibangun di atas fabrikasi 5nm. Prosesor ini menawarkan efisiensi daya yang baik sekaligus performa mumpuni untuk menjalankan Android 16 dengan antarmuka One UI 8.0. Pengguna tidak perlu khawatir soal relevansi perangkat di masa depan, karena Samsung menjanjikan dukungan pembaruan software hingga lima tahun ke depan.
Aspek durabilitas juga diperhatikan melalui sertifikasi IP54. Peringkat ini menunjukkan bahwa ponsel memiliki ketahanan terhadap masuknya debu dan percikan air dari segala arah. Fitur ini sangat krusial bagi pengguna remaja yang aktif atau lansia yang membutuhkan perangkat dengan daya tahan fisik lebih baik untuk penggunaan sehari-hari.
Skema Harga dan Program Tukar Tambah LG Uplus
Galaxy Buddy 5 dipasarkan seharga KRW 528.000 (sekitar Rp 5,8 juta). Guna menarik minat konsumen, Samsung dan LG Uplus menggelar program trade-in atau tukar tambah. Pembeli yang menyerahkan ponsel lama mereka saat transaksi bisa mendapatkan poin Naver Pay senilai KRW 20.000 (sekitar Rp 215 ribu).
Bagi pelanggan yang menukarkan perangkat tertentu yang masuk dalam daftar bonus tambahan, tersedia poin Naver Pay hingga KRW 50.000 (sekitar Rp 540 ribu). Program ini menjadi bagian dari upaya Samsung mendorong migrasi pengguna ke jaringan 5G yang lebih cepat.
Untuk mendukung mobilitas, perangkat ini membawa baterai berkapasitas 5.000 mAh. Pengisian daya dilakukan melalui port USB Type-C dengan dukungan fast charging 25W. Fitur pendukung lainnya mencakup sensor sidik jari di bagian samping (side-mounted), konektivitas NFC untuk transaksi nontunai, Bluetooth 5.3, dan Wi-Fi 5.
Melihat spesifikasi dan dukungan software yang panjang, Galaxy Buddy 5 merupakan investasi yang cerdas bagi mereka yang menginginkan ponsel Samsung dengan layar AMOLED dan kamera stabil tanpa harus merogoh kocek untuk seri flagship. Perangkat ini sangat direkomendasikan bagi orang tua yang menginginkan kemudahan penggunaan atau pelajar yang membutuhkan ponsel pertama dengan fitur kamera mumpuni.