Pencarian

Harga Bawang Merah Terancam Anjlok, Petani dan Penebas di Kendal Waswas Hadapi Panen Raya

Selasa, 12 Mei 2026 • 16:47:01 WIB
Harga Bawang Merah Terancam Anjlok, Petani dan Penebas di Kendal Waswas Hadapi Panen Raya
Petani bawang merah di Kendal menghadapi tantangan panen raya di tengah ancaman penurunan harga.

KENDAL — Ketua Gapoktan Krompakan Makmur, Zaim Hasan, mengungkapkan petani bawang merah di Desa Krompakan, Kecamatan Gemuh, sebenarnya mampu panen tiga hingga empat kali dalam setahun. Namun, pola tanam antarpetani masih belum seragam karena berbagai kendala di lapangan.

"Ada selisih satu sampai dua minggu. Penyebabnya mulai dari keterbatasan modal, ketersediaan bibit, sampai biaya perawatan," ujar Zaim, Senin (11/5/2026).

Keterbatasan Modal Jadi Kendala Utama Petani

Menurut Zaim, keterbatasan modal menjadi persoalan utama yang dihadapi petani. Sebagian petani yang mengalami kendala permodalan memilih menyewakan lahannya atau beralih menanam jagung. Ia menjelaskan, waktu ideal penanaman bawang merah sebenarnya pada Oktober karena serangan hama relatif lebih rendah, namun musim kemarau membuat pasokan air untuk lahan pertanian terbatas.

Peralihan musim juga memicu meningkatnya serangan OPT yang berdampak pada kualitas hasil panen. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual bawang merah di tingkat petani menjadi lebih rendah dari perkiraan.

Penebas Harus Ekstra Hati-hati Kalkulasi Keuntungan

Kekhawatiran terhadap harga bawang merah juga dirasakan para penebas. Rustam, penebas bawang merah yang telah menjalani usaha selama 13 tahun, mengaku harus lebih berhati-hati dalam memperkirakan keuntungan sebelum membeli hasil panen petani.

"Semua sudah dihitung. Tapi harga jual di luar daerah seperti Jakarta atau Medan belum bisa dipastikan. Harapannya tetap ada margin," kata Rustam.

Ia berharap ada pengaturan pola tanam yang lebih terkoordinasi, ketersediaan gudang penyimpanan, dan keterbukaan informasi harga agar harga bawang merah tetap stabil saat panen raya.

Serangan OPT Meluas di Dua Kecamatan Sentra Bawang

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Pandu Rapriat Rogojati, membenarkan adanya serangan OPT di sejumlah wilayah sentra bawang merah seperti Kecamatan Gemuh dan Ringinarum. Pihaknya sudah berkoordinasi dan meminta bantuan ke Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian.

Terkait stabilisasi harga bawang merah di pasaran, Pandu menyebut pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan intervensi harga karena hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Perdagangan. Petani dan penebas kini hanya bisa menunggu kepastian harga di tengah ketidakpastian musim dan serangan hama.

Bagikan
Sumber: joglojateng.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks