DEMAK — Tim bermotor Kabupaten Demak menurunkan formasi yang dikomandoi Haji Linggar Jati sebagai manajer tim untuk perebutan dua medali emas di kelas 150 cc TU, baik beregu maupun perorangan. Kekuatan skuad bertumpu pada Wahyu Nugroho dan M Erfin, dua nama yang disebut punya catatan kuat di lintasan Mijen.
Wahyu kini berkompetisi di ajang Supersports 600 cc Asia (ARRC 2026). Sementara Erfin dikenal punya sejarah tersendiri di trek Mijen, lokasi yang menjadi venue cabang olahraga bermotor Porprov XVII Jateng 2026.
Pada sesi kualifikasi Bebek Tune Up 150 cc beregu, pasangan Wahyu Nugroho dan M Erfin menempati posisi terdepan. Kelas beregu menghitung hasil gabungan dari dua pembalap yang berlaga, sehingga posisi start menjadi modal penting menuju podium.
Wahyu juga mengamankan starting grid ke-3 untuk kelas Bebek Tune Up 150 cc perorangan. Pembalap yang biasa mengendarai motor Supersports 600 cc itu disebut cepat beradaptasi dengan motor dan ban yang dipakai di kelas bebek.
Dua kategori yang diikuti Demak menjadi dasar prediksi bahwa kontingen ini masuk bursa kandidat peraih medali emas. Kelas beregu dan perorangan memberi dua jalur podium bagi tim asuhan Linggar Jati.
Balapan kelas Bebek Tune Up 150 cc dijadwalkan berlangsung Selasa siang. Hasil kualifikasi menjadi acuan awal, meski posisi start tidak otomatis menentukan finis akhir di lintasan.
Pengalaman Wahyu di ajang ARRC 2026 menjadi nilai tambah bagi Demak. Kemampuannya menyesuaikan gaya balap dengan motor dan ban kelas bebek terlihat sejak sesi kualifikasi.
Adaptasi cepat itu yang membuat tim optimistis menatap dua kelas yang diikuti. Porprov XVII Jateng 2026 sendiri menjadi panggung bagi pembalap daerah untuk mengukur kemampuan di level provinsi.