JAWA TENGAH — Pasangan Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah menorehkan sejarah baru bagi para panahan Indonesia di Asian Para Games 2026. Keduanya meraih medali perak dari nomor ganda putra compound setelah menyerah dari pasangan Thailand, Teerasak Phiarthanee/Comsan Singpirom, dengan skor 147-150 di partai final. Capaian ini melampaui target awal tim pelatih yang hanya membidik perunggu.
Final nomor ganda putra compound berlangsung di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose Square, Nagoya, Jepang, Rabu (21/10/2026). Ken dan Arif harus puas berada di posisi kedua setelah Thailand tampil lebih konsisten di sepanjang partai.
Medali perak dari nomor ganda putra compound menjadi yang pertama bagi cabang para panahan Indonesia sepanjang keikutsertaan di Asian Para Games. Sebelumnya, kontingen Merah Putih belum pernah naik podium setinggi ini di cabang tersebut.
Pencapaian Ken/Arif melampaui target yang dipasang tim pelatih. Awalnya, tim hanya membidik medali perunggu dari nomor ini.
Ken Swagumilang dan Arif Firmansyah terbilang pasangan anyar. Keduanya baru mulai berkompetisi bersama pada 2025, namun langsung mampu menembus partai final di ajang multievent terbesar bagi atlet disabilitas Asia.
Perjuangan para panahan Indonesia belum berakhir. Ken Swagumilang masih akan tampil bersama Teodora Audi Ayudia Ferelly di semifinal beregu campuran compound.
Dari nomor recurve, Kholidin dan Setiawan akan memperebutkan medali perunggu ganda putra. Kholidin juga dijadwalkan tampil di semifinal beregu campuran recurve bersama Noviera Ross.
Sejumlah peluang medali masih terbuka bagi kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026. Cabang para panahan menjadi salah satu sektor yang diharapkan menambah koleksi medali di Nagoya.