KEBUMEN — Sebelum bantuan tiba, warga Kalisono telah menyiapkan sejumlah tempat penampungan untuk menampung air yang dibagikan. Polres Kebumen menyebut pendistribusian di tiga titik itu mempertimbangkan jarak jangkau warga ke lokasi pengambilan air.
Kapolres Kebumen AKBP Rachmad C. Yusuf mengatakan penyaluran air bersih merupakan wujud kepedulian kepolisian terhadap warga yang menghadapi kesulitan akibat kemarau.
"Penyaluran bantuan dilakukan di tiga titik agar masyarakat lebih mudah menjangkau air yang disediakan. Sebelum bantuan tiba, warga telah menyiapkan sejumlah tempat penampungan untuk menampung air bersih yang dibagikan," ujar Rachmad.
Kemarau panjang membuat sejumlah sumber air di Desa Kalisono mengering. Pasokan untuk keperluan rumah tangga pun semakin terbatas, sementara warga tetap harus memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.
Menurut Rachmad, pemenuhan kebutuhan air bersih perlu mendapat perhatian khusus ketika musim kemarau berlangsung panjang dan sumber air masyarakat mulai mengering. Distribusi langsung ke wilayah terdampak dilakukan agar bantuan sampai ke warga yang membutuhkan.
Penyaluran air bersih di Kalisono juga dirangkai dengan peringatan Hari Jadi Humas Polri ke-75. "Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari bakti sosial dalam rangka memperingati Hari Jadi Humas Polri ke-75," terang Rachmad.
Polres Kebumen bersama BPBD dan Polsek Karangsambung berharap kolaborasi lintas instansi itu dapat meringankan beban masyarakat selama kemarau. Sinergi serupa diharapkan terus terjaga saat warga menghadapi bencana maupun kondisi darurat lain.
Tambahan 11.000 liter air bersih itu diharapkan menutup kebutuhan rumah tangga warga di tengah ketersediaan air yang menipis. Namun pasokan tersebut belum menjawab persoalan selama musim kemarau belum berakhir.
Keberlanjutan pasokan air tetap menjadi hal penting bagi warga Kalisono. Bantuan air bersih dari kepolisian dan BPBD diposisikan sebagai penopang sementara sampai kondisi sumber air desa kembali normal.