SEMARANG — General Manager PSIS Semarang, Wafa Amri, menyatakan evaluasi tim pelatih menjadi dasar utama pelepasan Rafinha. Permintaan itu datang langsung dari jajaran pelatih yang menilai kebutuhan skuad berubah menjelang putaran pertama bergulir.
"Mereka yang beri evaluasi dan minta untuk memilih pemain dengan posisi nomor 9 murni," ujar Amri dalam keterangannya, Selasa, 6 Oktober 2026.
Sinyal kepergian Rafinha sebenarnya sudah terendus lebih dulu. Namanya tidak muncul dalam sesi persiapan tim jelang laga melawan Adhyaksa, dan juga absen dari daftar susunan pemain PSIS.
Amri menyebut target dan tanggung jawab yang dibebankan kepada lini depan musim ini tergolong tinggi. Beban itulah yang membuat tim pelatih mengajukan permohonan pergantian ke manajemen.
"Mungkin tim pelatih melihat dengan target dan tanggung jawab yang dibebankan sangat tinggi, mereka akhirnya membuat permohonan tersebut kepada manajemen," imbuh Amri.
Rafinha sendiri didatangkan PSIS sebagai ujung tombak andalan pada putaran pertama. Performanya dianggap belum sepenuhnya cocok dengan skema yang ingin diterapkan pelatih musim ini.
Meski tak lagi masuk skuad utama, Rafinha tetap tercatat sebagai bagian keluarga besar PSIS. Kontraknya masih berlaku hingga akhir musim Championship 2026/2027.
Manajemen bahkan masih mengurus dokumen keimigrasian sang pemain. Perpanjangan Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) tetap diproses agar Rafinha bisa tinggal di Indonesia secara legal.
Langkah itu diambil bukan tanpa alasan. PSIS ingin menjaga hubungan baik dengan pemain yang sudah bergabung, sekaligus membuka jalan agar Rafinha tetap bisa bermain di kompetisi Indonesia pada putaran kedua.
Manajemen PSIS membuka peluang meminjamkan Rafinha ke klub lain pada bursa transfer paruh musim. Opsi ini disiapkan supaya penyerang asal Brasil tersebut tidak kehilangan menit bermain.
"Prinsipnya, PSIS ini seperti keluarga. Siapa pun yang sudah bergabung, sebisa mungkin harus tetap kami perlakukan demikian. Kami mencoba membantu agar di putaran kedua nanti dia tetap bisa bermain di Indonesia. Ada opsi peminjaman untuk Rafinha ke depannya," ungkap Amri.
Sejumlah klub Championship disebut berpotensi menampung Rafinha. Namun manajemen belum menyebut nama klub mana pun yang sudah menjalin komunikasi resmi.
Nama penyerang asal Argentina, Felipe Cadenazzi, santer dikabarkan menjadi kandidat kuat pengganti Rafinha. Amri tidak menampik peluang itu terealisasi dalam waktu dekat.
"Cadenazzi mungkin [datang] minggu-minggu ini," pungkas Amri.
Jika terealisasi, Cadenazzi akan mengisi pos nomor 9 yang diminta tim pelatih. Manajemen PSIS belum membeberkan detail nilai kontrak maupun durasi kerja sama yang disiapkan untuk pemain tersebut.