JAWA TENGAH — Mitsubishi memindahkan ban serep Pajero generasi baru dari pintu belakang ke kolong, keputusan yang mengubah ciri ikonik model ini sejak lama. Alasan utamanya bukan sekadar desain, melainkan bobot pintu, masukan pengguna global, dan perubahan pola pemakaian Pajero sebagai kendaraan harian. Tapi ada konsekuensi yang perlu dicatat untuk pemilik yang benar-benar memakai Pajero off-road.
Kunitoshi Itagaki, spesialis produk utama Mitsubishi, menyebut keputusan ini tidak semata-mata didasarkan pada perubahan desain. Mitsubishi juga mempertimbangkan masukan dari pengguna global serta bagaimana Pajero digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertimbangan paling konkret soal bobot. Ban serep ukuran besar yang menggantung di pintu belakang membuat seluruh rakitan pintu jadi lebih berat. Pemilik harus menanggung beban tambahan itu setiap kali membuka atau menutup bagasi.
Penempatan ban serep di pintu belakang juga membatasi pilihan aksesori dan sistem derek atau towing. Dengan memindahkan ban ke bagian bawah kendaraan, Mitsubishi bisa menerapkan konfigurasi pintu yang lebih konvensional dan ramah pengguna.
Perubahan ini juga mencerminkan cara pemilik Pajero memakai kendaraannya saat ini. Tidak semua pemilik memakai SUV ini untuk off-road ekstrem. Banyak yang menjadikan Pajero kendaraan harian, sehingga aspek kepraktisan dan kemudahan penggunaan jadi semakin penting.
Meski ban serep tidak lagi terlihat di belakang, Mitsubishi berupaya mempertahankan warisan visual Pajero. Pintu belakangnya menampilkan elemen berbentuk segi enam yang dirancang sebagai penghormatan terhadap ban serep yang lama jadi ciri ikonik model ini.
Perubahan ini membawa konsekuensi tertentu, terutama bagi pemilik yang benar-benar memakai Pajero untuk kegiatan off-road. Ban serep di kolong lebih sulit diakses saat terjadi ban kempes, apalagi kalau kendaraan terjebak di lumpur atau medan menantang.
Sebaliknya, ban serep yang dipasang di pintu belakang lebih mudah dijangkau dalam situasi seperti itu. Ini poin yang perlu dipertimbangkan kalau Anda rutin membawa Pajero ke medan berat.
Untuk penggunaan sehari-hari, posisi baru ini menawarkan keuntungan berupa kemudahan membuka pintu belakang dan berkurangnya beban pada struktur pintu. Dua hal yang paling sering dirasakan pemilik yang memakai Pajero di perkotaan.
Meski kehilangan salah satu ciri khasnya yang paling ikonik, Pajero baru tetap mempertahankan fokus pada kemampuan off-road. Keputusan Mitsubishi ini menunjukkan kompromi yang jelas: mengorbankan kemudahan akses ban serep di medan berat demi kenyamanan harian dan fleksibilitas desain pintu.