JAWA TENGAH — Tim rowing menjadi kontingen pertama dari cabang olahraga dayung yang berangkat ke Jepang. Mereka akan bersaing dalam 10 nomor perlombaan selama lima hari di Nagaragawa International Regatta Course.
Prosesi pelepasan kontingen Dayung Indonesia digelar di Wisma Elang Laut, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (14/9/2026). Wakil Ketua Umum I PB PODSI, Laksdya TNI Edwin, memimpin langsung acara tersebut.
Edwin menyebut persiapan menghadapi Asian Games telah dilakukan sejak Januari 2026. Menurutnya, capaian pada SEA Games 2025 menjadi modal berharga untuk kembali menorehkan prestasi di level Asia.
"Sebenarnya, kalau kita lihat dari persiapan yang sudah kita lakukan mulai dari bulan Januari 2026 ini, besar harapan kita apa yang sudah kita raih kemarin, itu bisa kita tampilkan dalam Asian Games di Nagoya, Jepang," ujar Edwin.
Ia menilai Asian Games dapat menjadi tolok ukur pembinaan atlet dayung Indonesia. Ajang tersebut juga diharapkan memotivasi pembinaan atlet dayung di berbagai daerah.
"Mudah-mudahan ini merupakan satu tolok ukur bagi kita semua dalam pembinaan atlet-atlet dayung yang ada di Indonesia. Dan juga motivasi bagi pembinaan atlet-atlet dayung yang ada di daerah," kata pria yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut ini.
Selain Asian Games, Edwin menyebut Dragon Boat World Championship di Tiongkok juga menjadi momentum penting bagi pembinaan olahraga dayung nasional. Menurutnya, kedua ajang tersebut dapat memberikan motivasi besar bagi atlet serta pembinaan dayung di Indonesia.
PB PODSI pun terus mempersiapkan tim meski menemukan sejumlah kendala di lapangan. Menurut Edwin, tim tetap dapat dipersiapkan dengan baik karena mendapat banyak dukungan.
"Alhamdulillah semuanya lancar. Ada kendala-kendala yang kita temui di lapangan, tetapi berkat dukungan semua pihak, ada sponsor yang memberikan dukungan," ucap Edwin.
Dukungan tersebut dinilai membantu PB PODSI dalam mempersiapkan atlet menghadapi dua kejuaraan internasional. Edwin mengatakan dukungan sponsor membuat beban persiapan dapat ditanggung secara bersama.
"Sehingga beban yang ada bisa menjadi ringan karena dipikul bersama-sama oleh para sponsor, kemudian dari kepengurusan, termasuk juga dari para atlet itu sendiri," ujarnya.
Mengenai target medali di Asian Games, Edwin belum menyebut angka secara spesifik. PB PODSI masih melihat peluang yang dimiliki atlet untuk meraih emas, perak, maupun perunggu.
"InsyaAllah kita akan memotivasi ada berapa target medali, baik itu emas, perak, maupun perunggu. Kita melihat dari peluang-peluang yang kita dapatkan," kata Edwin.
Edwin juga meminta dukungan masyarakat Indonesia untuk para atlet dayung yang akan berlaga di Nagoya. Ia berharap perjuangan atlet dapat menghasilkan prestasi terbaik bagi Merah Putih.
"Besar harapan kita dukungan doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk para atlet kita. Mereka bisa mengumandangkan lagu Indonesia dan membawa bendera Indonesia pada tiang tertinggi yang ada di Nagoya, Jepang," katanya.