JAWA TENGAH — Keputusan itu diambil karena jadwal Asian Games 2026 berbenturan langsung dengan WTA 1000 mandatory Beijing, turnamen yang wajib diikuti petenis papan atas dunia. Bagi Janice, absen di Beijing bukan sekadar soal denda.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pelti, Andi Fajar, menjelaskan bahwa poin Janice harus dipertahankan hingga Desember 2026. Jika tidak, posisinya di peringkat dunia bisa turun dan peluang masuk daftar utama Grand Slam Australia Open 2027 ikut terancam.
Berdasarkan perhitungan Pelti, Janice memiliki sekitar 405 poin yang wajib dijaga sepanjang tahun ini. Poin itu menjadi kunci agar ia tetap berada di posisi yang memungkinkan tampil di Melbourne.
Andi menegaskan persoalan utamanya bukan denda finansial, melainkan dampak kehilangan poin terhadap peringkat Janice.
"Yang menjadi persoalan kalau Janice absen di WTA 1000 Beijing itu akan ada potensi untuk tidak bisa masuk Melbourne Australian Open. Karena poinnya harus dipertahankan," ujar Andi.
Pelti sudah mengirim surat resmi kepada WTA untuk meminta kebijakan khusus. Harapannya, Janice bisa tampil di Asian Games tanpa kehilangan poin.
Namun WTA tidak bisa memberikan pengecualian terhadap aturan kehilangan poin. Yang tersedia hanya keringanan penalti.
"Kami sudah mengirim resmi meminta, bisa tidak ada kebijakan dari WTA terkait zero point dalam tenis. Maksudnya kalau Janice ikut Asian Games, boleh tidak poinnya dia tidak turun," kata Andi.
"Yang bisa diberikan itu hanya keringanan penalti. Jadi Janice harus mempertahankan poin dia sekarang," jelasnya menambahkan.
Pembahasan soal keikutsertaan Janice di Asian Games bukan hal baru. Andi menyebut komunikasi dengan WTA dan International Tennis Federation (ITF) sudah berjalan sejak satu tahun lalu, lalu dilanjutkan lagi pada awal 2026.
Sebagai petenis papan atas WTA, Janice terikat aturan turnamen wajib yang meliputi Indian Wells, Miami, Madrid, dan Beijing. Absen di salah satunya bisa berujung denda finansial, penalti poin, hingga potongan bonus akhir tahun.
Karena itu, Pelti memilih mendukung penuh langkah Janice fokus ke agenda WTA. Prioritasnya jelas: menjaga peringkat dunia demi tiket ke Australian Open 2027.