JAWA TENGAH — Konsekuensinya jelas: sabuk yang ia rebut Maret lalu tak lagi bisa ia perebutkan. Partai utama jam tayang utama Asia ini tetap berlangsung sesuai rencana.
Kedua kubu sepakat melanjutkan duel di catchweight 145,6 pon. Kesepakatan itu membuat penggemar di ibu kota Thailand maupun seluruh dunia tetap bisa menyaksikan bentrokan yang telah lama dinantikan, disiarkan langsung dari Lumpinee Stadium di Bangkok lewat live.onefc.com.
Bagi Rambolek, ini pukulan telak. Atlet berusia 23 tahun itu merebut singgasana divisi lewat penampilan apik selama lima ronde melawan Nabil Anane dalam partai utama The Inner Circle 7 pada Maret lalu.
Rekor Rambolek sebelum insiden timbangan memang mengesankan. Ia membawa enam kemenangan beruntun dan tampil sebagai juara bertahan yang belum tersentuh di divisi bantamweight Muay Thai.
Namun Yod-IQ datang dengan modal tak kalah menakutkan. Ia belum pernah kalah sejak Desember 2023, dengan 10 kemenangan beruntun.
Salah satu hasil paling impresifnya adalah kemenangan atas Kiamran Nabati yang sebelumnya tak terkalahkan. Hasil itu yang mengantarkannya menuju kesempatan memperebutkan sabuk paling bergengsi di cabang ini.
Sulit menemukan duel dengan gaya yang sama-sama kuat di level teratas sebuah divisi. Bentrokan pada Jumat ini tetap menjanjikan aksi panas sejak bel pertama hingga akhir.
Yang dipertaruhkan Yod-IQ kini berubah: bukan hanya kemenangan atas juara bertahan, tapi peluang langsung mengangkat sabuk yang lowong. Sementara Rambolek bertarung tanpa hadiah utama yang seharusnya ia pertahankan.
Apa pun hasilnya, rivalitas ini tampaknya masih jauh dari selesai. Jika sabuk tetap lowong, pembicaraan soal laga ulang kemungkinan besar akan muncul.
Kemenangan Yod-IQ akan memberi Rambolek alasan kuat untuk kembali memburu Gelar Juara Dunia ONE Bantamweight Muay Thai. Sebaliknya, kemenangan Rambolek di catchweight akan menambah lapisan kontroversi pada divisi yang kini tanpa raja.