Kunjungan Wisman Capai 8,98 Juta hingga Juli 2026, Devisa Pariwisata Rp145 Triliun

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Jumat, 11 September 2026 | 17:03:01 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyampaikan capaian kunjungan wisatawan mancanegara hingga Juli 2026.

JAWA TENGAH — Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan capaian tersebut didampingi Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa. Menurutnya, pertumbuhan ini menunjukkan daya tahan sektor pariwisata di tengah ketidakpastian global.

“Capaian ini tentu patut kita syukuri. Namun pada saat yang sama, situasi global masih sangat dinamis. Karena itu, Kementerian Pariwisata terus melakukan mitigasi, memperkuat strategi pasar, dan memastikan agar momentum pertumbuhan ini dapat terus dijaga hingga akhir tahun,” kata Widiyanti dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com.

Pasar Asia dan Oseania Jadi Penopang

Data Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan kunjungan dari sejumlah kawasan. Wisatawan dari Asia lainnya tumbuh 8,69 persen, Asia Tenggara 7,32 persen, dan Oseania 7,26 persen.

Kunjungan dari Timur Tengah kembali positif seiring membaiknya situasi kawasan. Pasar Eropa masih terkontraksi, tetapi mulai menunjukkan perbaikan dibanding bulan sebelumnya.

Kondisi ini menegaskan pentingnya diversifikasi pasar yang dijalankan Kementerian Pariwisata bersama pemangku kepentingan.

Devisa Semester I 2026 Capai Rp145,13 Triliun

Penerimaan devisa pariwisata pada semester I 2026 mencapai 8,43 miliar dolar AS atau setara Rp145,13 triliun. Angka itu tumbuh 2,88 persen dibanding semester I 2025 yang mencapai 8,20 miliar dolar AS atau Rp134,68 triliun.

Pada triwulan II 2026, devisa tercatat 4,39 miliar dolar AS atau sekitar Rp76,99 triliun, relatif stabil dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Artinya, di tengah dinamika geopolitik, ketidakpastian dan perlambatan ekonomi global, pariwisata Indonesia tetap menunjukkan ketahanan,” ujar Widiyanti.

Aktivitas wisatawan berdampak ke berbagai sektor, mulai dari akomodasi, kuliner, hingga belanja produk UMKM.

“Bagi kami, angka ini penting. Karena pariwisata bukan hanya tentang berapa banyak wisatawan yang datang, tetapi seberapa besar nilai ekonomi yang mereka tinggalkan di Indonesia dan seberapa luas manfaatnya dirasakan masyarakat,” ucapnya.

Kontribusi Pariwisata ke PDB Naik Jadi Rp1.139 Triliun

Perhitungan Tourism Satellite Account BPS mencatat kontribusi langsung pariwisata terhadap PDB pada 2025 mencapai 4,78 persen atau sekitar Rp1.139 triliun. Angka ini naik dari 2024 yang mencapai Rp1.057 triliun.

“Angka ini mencerminkan nilai ekonomi yang tercipta dari aktivitas wisata yang menggerakkan usaha, membuka peluang kerja, dan memperluas manfaat bagi masyarakat di berbagai daerah,” tutur Widiyanti.

Wisnus Tembus 737,85 Juta Perjalanan

Wamenpar Ni Luh Puspa menyebut pertumbuhan sektor ini ditopang mobilitas wisatawan nusantara. Sepanjang Januari–Juli 2026, tercatat 737,85 juta perjalanan wisnus atau tumbuh 3,34 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Pada periode yang sama, perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri tercatat 5,26 juta perjalanan, turun 3,25 persen. Selisihnya mencapai 3,71 juta perjalanan lebih banyak di dalam negeri.

Okupansi hotel pada Januari–Juli 2026 mencapai 49,13 persen, meningkat 2,36 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya.

“Hal ini penting, karena pertumbuhan pariwisata tidak cukup hanya diukur dari jumlah orang yang melakukan perjalanan. Yang ingin kita dorong adalah bagaimana perjalanan tersebut menghasilkan lama tinggal, belanja wisatawan, aktivitas usaha, serta manfaat ekonomi di destinasi,” ujar Ni Luh.

Program Keselamatan Wisata Bahari di 8 Provinsi

Kementerian Pariwisata memperkuat Program Peningkatan Keselamatan Berwisata melalui pelatihan keselamatan wisata bahari di delapan provinsi. Pelatihan melibatkan pengelola destinasi, kelompok sadar wisata, pemandu wisata, pelaku usaha pariwisata, dan masyarakat pesisir.

Program lain yang berjalan mencakup pengembangan kualitas destinasi, desa wisata, dan penyelenggaraan event. Bagi traveler yang merencanakan liburan akhir tahun, data ini bisa jadi acuan membaca momentum: jumlah kunjungan naik, tetapi okupansi hotel baru separuh kapasitas.

Artinya, ruang untuk liburan keluarga atau solo trip masih terbuka lebar. Informasi terkini soal event dan destinasi bisa dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: nasional.tvrinews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top