JAWA TENGAH — Axioo bukan nama baru di pasar laptop Indonesia, tapi Pongo 725 v2 ini menarik karena berhasil menekan harga ke kisaran Rp13 jutaan sambil tetap membawa prosesor Intel Core i7-13620H generasi ke-13. Berdasarkan pengujian yang dilakukan Gadgetren, laptop ini mampu menangani pekerjaan harian sekaligus sejumlah game modern dengan penyesuaian pengaturan grafis.
Kombinasi yang ditawarkan cukup agresif untuk kelas harganya: RAM 16 GB DDR4 dual-channel, SSD NVMe Gen 4 512 GB, dan layar IPS 15,6 inci Full HD dengan refresh rate 144Hz. Pertanyaannya, apakah semua spesifikasi itu benar-benar terasa di pemakaian nyata?
Dimensi 359,5 x 238 x 22,7 mm menempatkan Pongo 725 v2 di ukuran standar laptop gaming 15 inci. Yang membedakan adalah bobotnya yang hanya 1,99 kg — relatif ringan untuk perangkat berisi CPU H-series dan GPU dedicated.
Warna hitam matte mendominasi bodi, dengan logo Pongo berupa orangutan berwarna merah di bagian penutup. Kesan yang muncul bukan "gaming agresif" seperti kebanyakan laptop sekelasnya, melainkan lebih kalem. Cocok untuk dibawa ke kampus atau ruang kerja tanpa terlihat mencolok.
Material polikarbonat terasa kokoh saat dipegang, meski belum ada informasi soal uji ketahanan jangka panjang. Nuansa gaming baru terasa dari pola ventilasi segitiga di sisi samping dan belakang.
Ini salah satu poin kuat yang jarang ditemui di laptop Rp13 jutaan. Berikut port yang tersedia:
Dua port USB-C 3.2 Gen 2 dan port LAN Gigabit adalah nilai tambah nyata untuk produktivitas. Pengguna yang sering presentasi atau kerja di jaringan kabel tidak perlu repot bawa dongle tambahan.
Panel IPS Full HD 1920 x 1080 dengan refresh rate 144Hz memberikan pengalaman visual yang cukup tajam dan gerakan lebih mulus saat bermain game. Scroll halaman web dan navigasi desktop juga terasa lebih responsif dibanding layar 60Hz.
Namun perlu dicatat, tidak ada informasi soal tingkat kecerahan (nits) atau cakupan color gamut di bahan yang tersedia. Untuk pekerjaan kreatif seperti editing foto atau video profesional, panel ini kemungkinan besar bukan pilihan ideal — tapi untuk gaming dan kerja kantoran, sudah memadai.
Kombinasi Core i7-13620H dan RTX 2050 adalah titik paling kontroversial dari laptop ini. Prosesornya masih kompetitif di 2026 untuk kelas menengah, tapi RTX 2050 sudah dua generasi tertinggal dari seri RTX 40 dan 50 terbaru.
Menurut pengujian Gadgetren, laptop ini sanggup menjalankan sejumlah game modern dengan penyesuaian pengaturan grafis. Artinya, Anda perlu menurunkan setting ke medium atau low di game-game berat seperti Cyberpunk 2077 atau Hogwarts Legacy untuk mendapat frame rate stabil.
Untuk game esports seperti Valorant, Dota 2, atau CS2, RTX 2050 masih sangat mampu mencapai 144fps di setting tinggi. RAM 16 GB dual-channel juga membantu mencegah bottleneck di aplikasi multitasking.
Axioo Pongo 725 v2 adalah pilihan masuk akal bagi mahasiswa atau pekerja yang butuh satu laptop untuk kerja dan gaming kasual di budget Rp13 jutaan. Prosesor i7-13620H dan RAM 16 GB memastikan laptop ini tetap relevan untuk beberapa tahun ke depan.
Tapi kalau target utama Anda adalah main game AAA terbaru di setting tinggi, lebih baik tambah budget atau cari laptop dengan RTX 4050/4060. RTX 2050 di harga ini adalah kompromi yang harus disadari sejak awal.
Untuk pengguna yang mengutamakan produktivitas dengan gaming sesekali, Pongo 725 v2 menawarkan value yang sulit ditolak — asalkan Anda tidak keberatan dengan GPU yang sudah berumur.