Trump Sebut Harga Bensin Baru Turun Usai Pemilu Sela November

Penulis: Lukman Hakim  •  Kamis, 10 September 2026 | 12:03:31 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara kepada wartawan sebelum bertolak dari Washington menuju konvensi pemilihan umum sela di Dallas.

JAWA TENGAH — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan proyeksi tersebut kepada wartawan sebelum bertolak dari Washington menuju konvensi pemilihan umum sela di Dallas, Rabu (9/9/2026) waktu setempat. Ia menegaskan harga bahan bakar akan turun, tetapi tidak dalam dua bulan ke depan.

Brent Tembus US$100 per Barel akibat Ketegangan Selat Hormuz

Pemicu utama lonjakan harga adalah pecahnya kembali ketegangan antara AS dan Iran di Timur Tengah. Kekhawatiran terhadap arus pasokan energi yang melintasi Selat Hormuz mendorong harga minyak mentah acuan Brent melampaui angka US$100 per barel.

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk. Setiap gangguan di jalur ini langsung berdampak pada pasar energi global, termasuk harga bahan bakar di negara-negara importir.

Timeline Penurunan Harga Diperkirakan Lewat November

Ketika ditanya soal kenaikan harga minyak, Trump menjawab singkat bahwa harga akan turun, namun tidak dalam waktu dekat.

"Saya rasa hal itu akan memakan waktu sedikit lebih lama daripada pemilihan umum sela," ujar Trump kepada para wartawan.

Artinya, konsumen AS kemungkinan masih menghadapi harga bensin tinggi setidaknya hingga November 2026. Proyeksi ini menempatkan penurunan harga sebagai variabel yang belum bisa diandalkan dalam waktu dekat.

Risiko Politik bagi Partai Republik di Pemilu Sela

Skema ini berpotensi meningkatkan risiko politik bagi Partai Republik. Harga bensin tinggi menjelang pemilu sela menjadi isu sensitif bagi pemilih, karena langsung memengaruhi biaya hidup harian.

Jika penurunan harga baru terasa setelah pemungutan suara, Partai Republik kehilangan momentum untuk mengklaim perbaikan ekonomi di depan pemilih. Sebaliknya, Partai Demokrat bisa memanfaatkan situasi ini sebagai amunisi kampanye.

Pernyataan Trump secara implisit mengakui bahwa faktor eksternal—ketegangan dengan Iran—lebih menentukan arah harga energi dibanding kebijakan domestik dalam jangka pendek. Pasar minyak global akan terus memantau perkembangan di Selat Hormuz sebagai indikator utama.

Reporter: Lukman Hakim
Sumber: bloombergtechnoz.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top