Ganti Jembatan Apung di Sungai Wulan, Kementerian PU Bangun Jembatan Gantung Setrokalangan Hubungkan Kudus-Demak

Penulis: Nanda Firmansyah  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:15:31 WIB
Kementerian PU membangun Jembatan Gantung Setrokalangan sepanjang 180 meter sebagai pengganti jembatan apung yang menghubungkan Kudus dan Demak.

KUDUS — Masyarakat di perbatasan Kabupaten Kudus dan Demak tak lagi bergantung pada jembatan apung yang selama ini rawan saat Sungai Wulan meluap. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini membangun Jembatan Gantung Setrokalangan sebagai akses penyeberangan permanen yang lebih aman bagi pejalan kaki dan pengendara roda dua.

Proyek ini menjawab keluhan warga yang selama bertahun-tahun harus memutar arah atau menunggu kondisi air normal ketika menggunakan jembatan apung dengan sistem tambatan perahu. Pasalnya, akses darurat tersebut tidak bisa beroperasi optimal saat debit air meningkat.

Spesifikasi Jembatan Gantung Pengganti Jembatan Apung

Jembatan Gantung Setrokalangan memiliki panjang keseluruhan sekitar 180 meter dengan bentang efektif 120 meter. Lebar jembatan mencapai sekitar dua meter, difungsikan khusus untuk pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Konstruksi menggunakan tipe rigid dengan material rangka baja dan abutmen beton. Kapasitas jembatan dirancang mampu menahan beban 5 kPa atau setara 0,5 ton per meter persegi secara bersamaan tanpa berkumpul.

“Jembatan gantung memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, dan akses terhadap layanan publik semakin terbuka,” kata Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan tertulis, Kamis, 3 September 2026.

Elevasi Dirancang Antisipasi Debit Puncak dan Sedimentasi

Pembangunan jembatan gantung ini tidak sekadar mengganti akses lama, tetapi turut mempertimbangkan karakteristik hidrologi Sungai Wulan. Elevasi jembatan dibuat sekitar tiga hingga empat meter dari muka air saat debit sungai mencapai puncaknya.

Desain teknis juga memperhitungkan potensi sedimentasi sungai yang mencapai 10 hingga 20 sentimeter. Pertimbangan tersebut dinilai krusial untuk memastikan struktur jembatan tetap aman dan berfungsi optimal dalam jangka panjang, seiring dengan kondisi lingkungan sekitar.

Dikerjakan Paralel dengan Normalisasi Sungai Wulan

Proyek jembatan ini dilaksanakan bersamaan dengan proses normalisasi Sungai Wulan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pekerjaan normalisasi tersebut didanai melalui pinjaman Asian Development Bank dan ditargetkan tuntas pada akhir 2026.

Dengan beroperasinya jembatan gantung ini, ketergantungan masyarakat terhadap jembatan apung dan tambatan perahu diharapkan berkurang signifikan. Infrastruktur anyar ini dinilai mampu memperkuat konektivitas ekonomi dan mobilitas warga antara dua kabupaten yang selama ini terpisahkan oleh aliran Sungai Wulan.

Reporter: Nanda Firmansyah
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top