WONOGIRI — Jalan Jatisrono-Wonogiri kembali menjadi lokasi kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan angkutan barang. Sebuah truk Fuso bernomor polisi S 8449 NH terguling di tikungan menanjak Ngasemlegi, RT 03/RW 01, Kecamatan Jatisrono, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (29/8/2026) pagi.
Kendaraan yang dikemudikan Endar (40), warga Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, itu melaju dari arah Wonogiri menuju Slogohimo. Insiden terjadi sekitar pukul 08.35 WIB saat truk tengah menghadapi kombinasi jalan menikung dan menanjak.
Kapolsek Jatisrono AKP Agus Suyanto menjelaskan, kecelakaan berawal ketika pengemudi hendak melakukan perpindahan gigi di tengah tanjakan. Truk diduga kehilangan kemampuan untuk melanjutkan laju, sehingga pengemudi tidak mampu menguasai kendaraan.
"Diduga saat mengoper gigi di tikungan menanjak, pengemudi tidak mampu menguasai kendaraannya sehingga truk kemudian terguling ke arah kiri," ujar Agus Suyanto.
Beban muatan papan triplek yang dibawa kendaraan disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kemampuan truk saat menanjak. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.
Akibat kejadian tersebut, truk mengalami kerusakan dan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp10 juta. Petugas Polsek Jatisrono yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk mengatur arus kendaraan dan membantu proses evakuasi.
Setelah penanganan dilakukan, situasi di lokasi kecelakaan dipastikan aman. Arus lalu lintas di Jalan Jatisrono-Wonogiri terpantau lancar dan terkendali.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi pengemudi kendaraan angkutan barang yang melintasi jalur Jatisrono-Wonogiri. Kombinasi antara beban kendaraan, kondisi teknis, serta karakteristik jalan menanjak dan menikung dapat meningkatkan risiko kecelakaan.
Agus Suyanto mengimbau para pengemudi untuk memastikan kendaraan dalam kondisi prima dan muatan tidak melebihi kapasitas sebelum melintasi jalur tersebut. "Keselamatan harus menjadi prioritas. Pengemudi perlu memastikan kendaraan dalam kondisi baik dan muatan tidak melebihi kapasitas, terlebih saat melintasi jalan menanjak maupun menikung," pungkasnya.
Kepolisian juga menekankan pentingnya memperhitungkan kemampuan kendaraan sebelum menghadapi tanjakan dan tikungan, karena beban berlebih yang dipadukan dengan kondisi jalan menanjak membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan.