BLORA — Target peresmian Pasar Ngawen pada momentum 17 Agustus 2026 dipastikan meleset. Hingga Rabu (12/8/2026), progres pembangunan pasar senilai sekitar Rp 30 miliar itu baru menyentuh 90 persen, sementara masa tambahan waktu pengerjaan yang diberikan kepada kontraktor PT Joglo Multi Ayu resmi berakhir keesokan harinya.
Bupati Blora Arief Rohman tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kontraktor gagal memanfaatkan perpanjangan waktu yang telah diberikan, meski telah berulang kali diingatkan untuk melakukan percepatan.
“Ya terus terang kalau dikatakan kecewa ya kami kecewa. Ketika beberapa waktu lalu kami sudah datang ke sini, sudah kami ingatkan agar ada percepatan,” ujar Arief saat meninjau proyek bersama jajaran Forkopimda.
Dari pengecekan di lapangan, sejumlah pekerjaan vital masih belum tuntas. Bagian atap, beberapa unit kamar mandi, serta pekerjaan perapian menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan kontraktor.
Pemkab Blora menyebut keterlambatan ini terjadi lantaran adanya persoalan pengiriman peralatan dan material. Informasi tersebut diperoleh dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Manajemen Konstruksi yang mengawasi proyek. Kendati demikian, pemerintah daerah menilai hal itu tidak bisa menjadi alasan yang berlarut-larut.
Persoalan teknis kontrak, termasuk perpanjangan waktu dan pemberian sanksi, kini bukan lagi berada di tangan Pemkab Blora. Proyek Pasar Ngawen berada di bawah pengawasan Satuan Kerja (Satker) Sarana Prasarana Strategis Kementerian PU.
“Untuk teknis pelaksanaan kontrak termasuk perpanjangan waktu dan sanksi, itu sepenuhnya kewenangan Satker Sarana Prasarana Strategis Kementerian PU,” jelas Arief kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).
Meski begitu, Pemkab memastikan tidak akan tinggal diam. Arief telah berkoordinasi dengan PPK untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor dan menetapkan langkah tegas sesuai kontrak apabila tidak ada peningkatan kinerja.
Kekecewaan serupa disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini. Ia menyayangkan keterlambatan yang terjadi setelah kontraktor memperoleh tambahan waktu pengerjaan.
“Keselnya kalau terlambat. Aku paling sebel kalau ada kontraktor bekerja tidak tepat waktu,” tegas Budhe Rini.
Pasar Ngawen menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah daerah. Pemkab berharap pasar dapat segera difungsikan karena para pedagang dan masyarakat telah lama menunggu fasilitas perdagangan tersebut selesai dibangun.
Dengan berakhirnya masa tambahan waktu dan sisa pekerjaan sekitar 10 persen, publik kini menunggu ketegasan pihak berwenang. Jangan sampai proyek senilai puluhan miliar rupiah ini kembali terseret dalam penundaan tanpa kepastian kapan bisa dimanfaatkan.
Pemkab Blora menegaskan akan terus memantau dan mengawal penyelesaian proyek hingga Pasar Ngawen benar-benar selesai dan dapat digunakan. Manajemen penyedia jasa diminta segera melakukan pembenahan agar sisa pekerjaan dapat dituntaskan tanpa penundaan lebih lama lagi.