Pasar Ngawen Blora Molor Lagi, Progres Baru 90 Persen, Target Resmikan 17 Agustus Gagal

Penulis: Kurniadi Setiawan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 12:22:11 WIB
Progres pembangunan Pasar Ngawen Blora mencapai 90 persen, namun target peresmian 17 Agustus dipastikan meleset.

BLORA — Target peresmian Pasar Ngawen pada momentum 17 Agustus 2026 dipastikan meleset. Hingga Rabu (12/8/2026), progres pembangunan pasar senilai sekitar Rp 30 miliar itu baru menyentuh 90 persen, sementara masa tambahan waktu pengerjaan yang diberikan kepada kontraktor PT Joglo Multi Ayu resmi berakhir keesokan harinya.

Bupati Blora Arief Rohman tidak menyembunyikan kekecewaannya. Ia menilai kontraktor gagal memanfaatkan perpanjangan waktu yang telah diberikan, meski telah berulang kali diingatkan untuk melakukan percepatan.

“Ya terus terang kalau dikatakan kecewa ya kami kecewa. Ketika beberapa waktu lalu kami sudah datang ke sini, sudah kami ingatkan agar ada percepatan,” ujar Arief saat meninjau proyek bersama jajaran Forkopimda.

Sisa Pekerjaan: Atap, Kamar Mandi, dan Perapian

Dari pengecekan di lapangan, sejumlah pekerjaan vital masih belum tuntas. Bagian atap, beberapa unit kamar mandi, serta pekerjaan perapian menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan kontraktor.

Pemkab Blora menyebut keterlambatan ini terjadi lantaran adanya persoalan pengiriman peralatan dan material. Informasi tersebut diperoleh dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Manajemen Konstruksi yang mengawasi proyek. Kendati demikian, pemerintah daerah menilai hal itu tidak bisa menjadi alasan yang berlarut-larut.

Kewenangan Sanksi Ada di Tangan Kementerian PU

Persoalan teknis kontrak, termasuk perpanjangan waktu dan pemberian sanksi, kini bukan lagi berada di tangan Pemkab Blora. Proyek Pasar Ngawen berada di bawah pengawasan Satuan Kerja (Satker) Sarana Prasarana Strategis Kementerian PU.

“Untuk teknis pelaksanaan kontrak termasuk perpanjangan waktu dan sanksi, itu sepenuhnya kewenangan Satker Sarana Prasarana Strategis Kementerian PU,” jelas Arief kepada wartawan, Selasa (18/8/2026).

Meski begitu, Pemkab memastikan tidak akan tinggal diam. Arief telah berkoordinasi dengan PPK untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kontraktor dan menetapkan langkah tegas sesuai kontrak apabila tidak ada peningkatan kinerja.

Wabup Blora: Paling Sebel Kalau Kontraktor Tak Tepat Waktu

Kekecewaan serupa disampaikan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini. Ia menyayangkan keterlambatan yang terjadi setelah kontraktor memperoleh tambahan waktu pengerjaan.

“Keselnya kalau terlambat. Aku paling sebel kalau ada kontraktor bekerja tidak tepat waktu,” tegas Budhe Rini.

Pasar Ngawen menjadi salah satu proyek prioritas pemerintah daerah. Pemkab berharap pasar dapat segera difungsikan karena para pedagang dan masyarakat telah lama menunggu fasilitas perdagangan tersebut selesai dibangun.

Pedagang Kian Dirugikan, Publik Menunggu Ketegasan

Dengan berakhirnya masa tambahan waktu dan sisa pekerjaan sekitar 10 persen, publik kini menunggu ketegasan pihak berwenang. Jangan sampai proyek senilai puluhan miliar rupiah ini kembali terseret dalam penundaan tanpa kepastian kapan bisa dimanfaatkan.

Pemkab Blora menegaskan akan terus memantau dan mengawal penyelesaian proyek hingga Pasar Ngawen benar-benar selesai dan dapat digunakan. Manajemen penyedia jasa diminta segera melakukan pembenahan agar sisa pekerjaan dapat dituntaskan tanpa penundaan lebih lama lagi.

Reporter: Kurniadi Setiawan
Sumber: korandiva.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top