JAWA TENGAH — Operasi kemanusiaan ini melibatkan dua pesawat C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737. Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menyatakan seluruh armada ditugaskan untuk memastikan bantuan pangan dan kebutuhan pokok tiba lebih cepat di lokasi bencana.
"Kekuatan pesawat terdiri atas dua C-130J Super Hercules, satu C-130 Hercules, satu Airbus A400M, dan dua Boeing 737," kata Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu (19/8).Sebaran armada difokuskan ke dua titik utama, yakni Labuan Bajo dan Maumere. Pesawat C-130J Super Hercules yang pertama telah mendarat di Labuan Bajo dengan membawa bantuan seberat 13.500 kilogram. Sementara unit C-130J lainnya menuju Maumere dengan muatan sedikit lebih besar, mencapai 13.563 kilogram.
Kapasitas angkut terbesar dioperasikan oleh Airbus A400M yang membawa logistik seberat 20.779 kilogram ke Labuan Bajo. Dua pesawat Boeing 737 juga dikerahkan ke Maumere dengan masing-masing mengangkut bantuan hingga 10.000 kilogram.
Nyoman menegaskan bahwa seluruh pesawat angkut masih disiagakan di pangkalan utama untuk merespons kebutuhan lapangan yang terus berkembang. Pendistribusian bantuan akan berlangsung secara berkelanjutan, tidak hanya berhenti pada gelombang pertama pengiriman.
"Pesawat angkut TNI AU akan terus disiagakan hingga kondisi di NTT kondusif dan keadaan masyarakat terdampak berangsur pulih," ujarnya. Langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat pemerintah dalam menangani dampak bencana alam di kawasan timur Indonesia.
Pengerahan pesawat bersayap tetap ini menjadi tulang punggung distribusi karena medan darat yang sulit dijangkau pasca-gempa. Dengan total muatan yang telah dikirim melebihi 67.000 kilogram, TNI AU memastikan akses logistik ke daerah terisolir tetap terbuka selama masa tanggap darurat.
Operasi ini melibatkan koordinasi erat antara TNI AU, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah setempat. Masyarakat terdampak diharapkan segera menerima bantuan dalam waktu dekat seiring dengan terus beroperasinya armada angkut militer.