BATANG — Seekor macan kumbang yang sempat meresahkan warga Desa Gunungsari, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, kini berada dalam perawatan intensif tim medis di Beach Safari Batang. Hasil pemeriksaan awal mengungkap adanya luka terbuka pada kaki depan kanan satwa tersebut, yang diduga sudah terjadi beberapa hari sebelum dievakuasi dari permukiman warga pada Rabu (12/8).
VP Life Science Taman Safari Indonesia, Dr. Bongot Huaso Mulia, M.Si., mengatakan luka tersebut disertai indikasi necrosis. Meski demikian, penyebab pasti luka belum dapat dipastikan dan masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan.
“Berdasarkan pemeriksaan awal, satwa teridentifikasi mengalami luka terbuka disertai indikasi necrosis pada bagian kaki depan kanan,” kata Bongot dalam keterangannya, Kamis (13/8).
Tim medis sengaja membatasi pemeriksaan secara bertahap. Langkah ini diambil untuk menghindari stres berlebih pada macan kumbang yang baru saja mengalami proses evakuasi dari lingkungan asing.
Dokter hewan Batang Dolphin Center, drh Danny Bagus Setyobowo, menegaskan bahwa informasi yang bisa disampaikan ke publik saat ini masih sangat terbatas. Fokus utama tim adalah memulihkan kondisi satwa tanpa menimbulkan tekanan psikologis tambahan.
“Jadi saat ini belum bisa banyak hal yang bisa kami sampaikan terkait kondisi karena masih kami observasi supaya dia tidak stres,” ujar Danny.
Kondisi luka pada kaki depan menjadi fokus perhatian karena berkaitan langsung dengan mobilitas satwa. Kemampuan bergerak yang terganggu berpotensi memengaruhi perilaku alami macan kumbang di habitatnya.
Hingga saat ini, tim medis belum menyimpulkan apakah luka tersebut menjadi pemicu satwa keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman warga. Pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk menarik kesimpulan menyeluruh.
Macan kumbang tersebut pertama kali diketahui warga saat berada di dalam rumah pada Rabu (12/8). Keberadaannya langsung dilaporkan kepada petugas karena dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga sekitar.
Satwa yang dilindungi undang-undang ini kini dalam kondisi aman. Tim medis akan terus melakukan pemantauan berkala hingga kondisi kesehatannya benar-benar pulih sebelum menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan pelepasliaran ke habitat alaminya.