JAWA TENGAH — Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PTBA memproduksi batu bara sebanyak 19,45 juta ton. Manajemen menyebut, volume penjualan yang melampaui angka produksi itu dimungkinkan berkat pengelolaan tingkat persediaan yang optimal.
"Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).
Dari total penjualan, pasar domestik masih menjadi kontributor terbesar dengan volume 10,77 juta ton, atau sekitar 51 persen. Sisanya, sebanyak 10,33 juta ton, dikirim ke pasar ekspor. Menariknya, volume ekspor ini naik sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Permintaan dari luar negeri terutama datang dari Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand. Meski ekspor meningkat, PTBA menegaskan bahwa prioritas utama tetap pada pemenuhan kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Salah satu buktinya, penjualan batu bara ke grup PLN hingga semester I 2026 tercatat mencapai 7,78 juta ton. Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk memenuhi kewajiban Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55 persen dari total produksi. Angka itu jauh melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25 persen yang ditetapkan pemerintah.
Di sisi distribusi, PTBA mengangkut sebanyak 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Sebagian besar volume tersebut, yakni 17,47 juta ton, diangkut melalui jalur kereta api yang menjadi tulang punggung distribusi perusahaan.
Perseroan juga menerapkan strategi selective mining untuk menjaga efisiensi. Hingga akhir semester I 2026, rasio pengupasan lapisan tanah (stripping ratio) tercatat sebesar 5,26 kali, masih di bawah target tahunan sebesar 5,63 kali.
Untuk pertumbuhan jangka panjang, PTBA melanjutkan belanja modal yang difokuskan pada pengembangan infrastruktur logistik. Proyek yang tengah dikerjakan antara lain angkutan batu bara Tanjung Enim–Kramasan dan pembangunan Inpit Conveyor Banko untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Memasuki paruh kedua tahun ini, perusahaan optimistis dapat mempertahankan momentum kinerja. "Kami akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan," tutup Bambang.